Mengandung Glyphosate, Kopi Arabika Gayo Ditolak Pasar Eropa
Ilustrasi biji kopi (Pexels/Pixabay)
Food

Mengandung Glyphosate, Kopi Arabika Gayo Ditolak Pasar Eropa

Lebih tinggi di atas rata-rata harga kopi dunia

Bela
Sabtu, 12 Oktober 2019 11:20 WIB 12 Oktober 2019, 11:20 WIB

INDOZONE.ID - Indonesia merupakan salah satu produsen kopi dunia, banyak kopi Indonesia yang terkenal di luar negeri, salah satunya kopi arabika gayo dari Aceh. 

Namun, Eksportir kopi arabika gayo mengeluh mengenai penolakan pembeli konsumen luar negeri terhadap produksi biji kopi ini, khususnya oleh sejumlah negara di Eropa selama ini. 

Ketua Asosiasi Produser Fairtrade Indonesia (APFI), Armiadi mengatakan penolakan tersebut terjadi karena para pembeli Eropa menyebutkan hasil uji laboratorium bahwa kopi gayo kini diketahui mengandung zat kimia berupa glyphosate yang melampaui ambang batas. 

"Ambang batasnya 0,01 terhadap unsur glyphosate, ternyata terdapat 0,02 dan sudah melebihi. Artinya kopi Gayo dianggap tidak organik lagi," katanya, di Aceh Tengah, Jumat (11/10). 

Ia menjelaskan, selama ini kopi gayo selalu menjadi idola pasar dunia, karena statusnya sebagai komoditi organik dan cita rasanya yang spesial. 

Karena keunggulan tersebut, Armiadi menyatakan harga jual kopi gayo di pasar dunia selalu lebih tinggi di atas rata-rata harga kopi dunia. Sebagai perbandingam harga kopi dunia saat ini adalah 2,8 dolar AS atau setara Rp 39.000 per kilogram, sedangkan kopi gayo berada diharga lima sampai 5,5 dolar AS per kilogram. 

"Pertama karena dia organik, kedua karena budidayanya ramah lingkungan, ketiga karena cita rasanya yang spesial dan berbeda dari negara lain. Tiga komponen ini membuat harganya mahal. Tapi sekarang sudah diragukan," katanya.

Armiadi menegaskan, jika memang benar kopi gayo mengandung glyphosate seperti yang dikatakan oleh pembeli Eropa, maka hal yang paling ditakutkan adalah harga kopi gayo akan jatuh. 

"Dampak yang paling besar adalah ketika diklaim kopi gayo ini tidak lagi organik. Maka harga kopi gayo akan turun. Kenapa harus beli kopi gayo sementara kopi Brasil lebih murah dan lebih dekat," kata Armiadi. 

Ia mengatakan, hampir semua pembeli kopi gayo saat ini ingin membuktikan apakah komoditi unggulan itu masih organik atau tidak.

Berkat temuan glyphosate di kopi arabika gayo, posisi kopi Gayo saat ini diragukan keorganikannya. Pasar internasional saat ini ingin membuktikan apakah kopi gayo itu organik atau tidak organik. Hampir semua pembeli meminta uji lab. 

Ia menambahkan, bahwa kandungan glyphosate pada biji kopi merupakan hal baru atau temuan yang baru diketahui saat ini.

"Bukan hanya dari Indonesia, kopi dari Afrika pun sama posisinya mengandung glyphosate. Karena sekarang baru diketahui. Atau mereka baru menemukan alat yang bisa membaca glyphosate itu," ujarnya.

Sebaliknya, di sisi lain, Armiadi masih menaruh harapan dan optimis bahwa kejadian kopi arabika gayo ini hanya merupakan permainan pasar untuk coba menjatuhkan harganya. 

"Ada isu lain apakah ini perang dagang antara Amerika dan Eropa. Karena glyphosate adalah produk dari Mosanto, Mosanto adalah milik Amerika. Apakah karena produknya mencemari makanan lalu tidak diterima oleh Eropa." katanya.

Artikel Menarik Lainnya: 

TAG
Bela
Bela

Bela

Editor
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU