The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Cuma Jualan di Gerobak, Penjual Pempek Ini Kantongi Omzet Rp8 Juta Sehari!
Pempek kapal selam dengan isian 1 telur (Riki Ariyanto/IDZ Creators)
Food

Cuma Jualan di Gerobak, Penjual Pempek Ini Kantongi Omzet Rp8 Juta Sehari!

Sabtu, 02 Juli 2022 18:18 WIB 02 Juli 2022, 18:18 WIB

INDOZONE.ID - Pempek atau empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari daging ikan yang digiling lembut lalu dicampur tepung kanji atau tepung sagu, serta komposisi beberapa bahan lain seperti telur, bawang putih halus, penyedap rasa, dan garam.

Enggak sulit menemukan makanan ini, karena penjual pempek bermunculan di hampir semua kota di Indonesia. Termasuk di Pekanbaru, Riau. Banyak gerai hingga restoran yang menyajikan pempek atau empek-empek.

pempek wak amin
Pempek adaan dan kulit ikan tenggiri (Riki Ariyanto/IDZ Creators)

Termasuk Pempek Wak Amin, penjual pempek gerobakan yang biasanya mangkal di Jalan Panglima Undan, Pekanbaru atau di samping Lapangan Pemuda Senapelan.

Kalau kamu dari Kecamatan Rumbai bisa langsung ke arah Jembatan Siak III, terus masuk ke Jalan Panglima Undan. Gerobak ini bisa mudah ditemukan tepat di persimpangan Jalan Wakaf.

pempek kapal selam
Pempek kapal selam sebelum digoreng (Riki Ariyanto/IDZ Creators)

Jayu, warga Rumbai mengatakan sudah menjadi pelanggan Pempek Wak Amin sejak dirinya masih sekolah.

"Dulu masih sekolah sampai sekarang sudah berkeluarga, tetap sering makan di sini. Rasanya khas, rasa ikan tenggirinya terasa," sebutnya.

Tekstur Pempek Wak Amin garing di luar dan lembut di dalam. Rasa ikannya terasa. Kuah cuko Pempek Wak Amin berwarna hitam pekat. Terbuat dari gula merah, bawang merah, asam, air, dan bumbu pelengkap lainnya.

pempek wak amin
Pempek lenjer dengan kuah kental (Riki Ariyanto/IDZ Creators)

Aan, penjual Pempek Wak Amin mengatakan dirinya sudah berdagang di sana sudah hampir 17 tahun.

"Sejak 2005, sudah jualan di sini. Enggak pernah pindah-pindah," katanya.

Aan mengatakan ada enam macam pempek yang dijualnya. Seperti kulit ikan tenggiri, pempek adaan, martabak isi kentang, pempek kapal selam, pempek lenjer, dan pempek kepompong.

"Semuanya laris, ada peminatnya masing-masing," sebut Aan.

Untuk harganya mulai dari Rp2,500 sampai Rp8 ribu per buah.

"Yang mahal pempek kapal selam isi telur ayam satu," katanya.

Menurutnya pempek yang dijual berbeda dari yang lain sebab buatan sendiri.

"Saya orang Palembang, orang tua juga Palembang asli. Adonan buatan sendiri, resep keluarga. Jadi rasanya khas. Kita pakai ikan tenggiri ada juga gabus. Kalau bahan baku sulit di sini kita langsung paketkan dari sana (Palembang)," katanya.

pempek wak amin
Pempek sedang digoreng (Riki Ariyanto/IDZ Creators)

Meski usahanya gerobakan, omzet Pempek Wak Amin enggak bisa dipandang sebelah mata. Buka mulai pukul 15.00-24.00,  Aan pernah mendulang omzet hingga Rp8 juta per hari.

"Kalau sepi ya bisa dapat Rp2,5 juta sehari, tapi kalau (omzet) meledak mau sampai Rp8 juta sehari. Tapi itu penghasilan kotor belum dipotong pengeluaran bahan baku dan lain," sebutnya.

Menurut Aan kebanyakan pembeli dagangannya adalah pelanggan tetap sejak lama. Jadi dagangannya enggak pernah sepi.

"Tidak pernah libur. Paling Hari Raya saja baru libur," ujarnya sambil tersenyum.

Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join IDZ Creators dengan klik di sini.

IDZ Creators
IDZ Creators

TAG
Rini Puspita
Riki Ariyanto
Riki Ariyanto

Riki Ariyanto

Community Writer
JOIN US
JOIN US