The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Langka! Sate Hingga Penis Kuda di Warung Ini Sering Jadi Rebutan, Enak Gak ya?
Olahan daging kuda yang langka (Z Creators/Gayuh Satria)
Food

Langka! Sate Hingga Penis Kuda di Warung Ini Sering Jadi Rebutan, Enak Gak ya?

Sabtu, 01 Oktober 2022 19:00 WIB 01 Oktober 2022, 19:00 WIB

INDOZONE.ID - Umumnya kuliner sate di Indonesia berbahan daging ayam atau kambing. Tapi di Ponorogo ada sate berbahan daging kuda. Depot sate yang ada di Jalan Dieng, Kelurahan Bangunsari, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur ini menawarkan berbagai macam olahan daging kuda.

depot sate kuda
Putut membuat sate kuda (Z Creators/Gayuh Satria)

Pemilik Depot, Putut Wibisono, mengatakan jika ada empat olahan daging kuda di depot miliknya, yakni sate kuda, tongseng kuda, gulai kuda, dan rica-rica kuda. Namun ia juga melayani pembelian daging kuda secara mentah dan beberapa bagian tubuh kuda jika memang ada yang memesan khusus.

Daging kuda kaya khasiat

sate kuda
Putut menunjukkan kuliner andalannya (Z Creators/Gayuh Satria)

Menurutnya daging kuda memiliki banyak khasiat, bahkan jika umumnya orang membeli sate untuk membuat perut kenyang, namun berbeda dengan pengunjung depotnya, sebagian besar membeli olahan daging kuda untuk obat.

“Banyak manfaat dari daging kuda, di antaranya untuk menyembuhkan diabetes, asma, dan macam-macam penyakit kulit, serta masih banyak mitos lain di masyarakat,” kata Putut, Rabu (28/9/2022).

Penis kuda laris manis sampai pada antre

olahan daging kuda
Gulai daging kuda yang menggugah selera (Z Creators/Gayuh Satria)

Pria berusia 42 tahun ini, mengungkapkan sejak depotnya dibuka pada 2007 lalu, banyak sekali pelanggan yang menanyakan bagian tubuh kuda untuk diolah kembali.

Seperti torpedo atau penis kuda, menjadi buruan karena dianggap memiliki banyak manfaat seperti untuk menambah stamina dan menambah keperkasaan pria.

“Sampai antre biasanya kalau khusus untuk bagian torpedo, ini masih ada dua antrean yang belum mendapat,” ungkap Putut.

daging kuda
Sate kuda yang kaya khasiat (Z Creators/Gayuh Satria)

Bapak dua anak ini menuturkan, kandungan protein yang sangat tinggi dibandingkan pada daging kuda itu sendiri, membuat torpedo menjadi buruan. Bahkan pemburu torpedo kuda kebanyakan adalah lelaki paruh baya dengan usia 40-an tahun keatas.

Namun karena proses penyembelihan hanya dilakukan kadang satu bulan sekali, dan hanya menyembelih satu kuda, membuat keberadaan torpedo kuda sangatlah langka. Bahkan jika yang didapat hanya kuda berkelamin betina, pelanggan terpaksa harus sabar untuk menunggu.

“Biasanya saya jual Rp250 ribu, baik matang maupun mentah, sesuai pesanan mau dimasak seperti apa,” tutur Putut. 

Butuh teknik khusus mengolah daging kuda

Ia menerangkan, dalam membuat olahan daging kuda enggak bisa sembarangan, selain bukan hewan untuk diternak secara umum, keberadaan kuda saat ini memang susah untuk dicari. Kebanyakan kuda yang ia sembelih adalah kuda yang sudah afkir, atau tidak produktif.

“Biasanya kuda yang berusia 10 tahun keatas, dan saya dapat dari beberapa koneksi, di Ponorogo sudah enggak ada,” terang Putut.

Bahkan saat ini, depot sate kuda miliknya bisa dikatakan hanya satu-satunya di Ponorogo yang masih bertahan. Sebab, saat ini susah mendapatkan kuda untuk bisa disembeliha alias enggak semudah membeli daging sapi atau kambing yang bebas dijual di pasar hewan. 

sate kuda
Satu-satunya depot di Ponorogo yang menjual daging kuda (Z Creators/Gayuh Satria)

Selain itu, pemotongan daging kuda juga enggak boleh sembarangan, hal ini karena kuda merupakan hewan pekerja, sehingga daging kuda memiliki banyak serat dan tekstur yang keras. Makanya teknik pemotongan daging dan pengolahan sangat penting untuk menciptakan daging kuda yang empuk.

“Salah potong atau bumbu tidak pas, akan membuat daging kuda alot. Kuda juga memiliki bau khas, kalau salah bumbu bisa-bisa tidak cocok dengan selera lidah orang Jawa,” ujar Putut.

Depot yang memiliki nama Depot 12, sesuai dengan penamaan tafsir mimpi dari sebuah kuda, menjadi buruan para pecinta kuliner ekstrem. Selain karena langka, juga karena harganya yang ramah di kantong.

Untuk satu porsi sate dengan isi 12 tusuk seharga Rp25 ribu. Sementara untuk tongseng kuda, gulai kuda, rica-rica kuda harganya Rp 15ribu per porsi.

“Untuk yang mau membeli daging mentahnya juga ada, perkilo Rp200 ribu,” pungkas Putut. 

Artikel menarik lainnya:

Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators
Z Creators

TAG
Rini Puspita
Gayuh Satria
Gayuh Satria

Gayuh Satria

Community Writer
JOIN US
JOIN US