The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kol Diklaim Bantu Pencegahan Virus Corona, Ini Kata Ahli Gizi
Kol atau kubis. (freepik)
Food

Kol Diklaim Bantu Pencegahan Virus Corona, Ini Kata Ahli Gizi

Belum ada uji klinis.

Minggu, 26 Juli 2020 14:30 WIB 26 Juli 2020, 14:30 WIB

INDOZONE.ID - Ramai diperbincangkan bahwa kol atau kubis disinyalir bisa mengurangi risiko kematian akibat penyebaran virus corona. Kabar ini mulanya diungkapkan oleh seorang profesor kedokteran paru di Universitas Montpellier di Perancis bernama Jean Bousquet.

Ia mengatakan bahwa sayuran kol berpotensi memberikan perlawan pada virus yang menyerang kekebalan tubuh. Setidaknya dalam satu hari disarankan untuk mengonsumsi 1 gram sayuran tersebut. Sayuran kol yang dimasak maupun mentah diduga mampu mengurangi kadar senyawa yang biasa menginfeksi virus corona.

Para peneliti menduga kandungan antioksidan yang sangat tinggi pada kol yang membuat masyarakat di Korea Selatan dan Jerman memiliki tingkat fatalitas yang lebih rendah terpapar virus corona.

Seperti yang diketahui kedua negara tersebut memiliki kebiasaan mengonsumsi sayur kol yang difermentasikan.

Begitu Pula dengan beberapa negara lainnya yang dikenal sebagai penghasil kol terbesar seperti Finlandia, Polandia, Slovakia, Austria yang tercatat memiliki tingkat kematian rendah akibat virus Covid-19.

Sedangkan beberapa negara yang mengalami peningkatan kasus positif virus corona seperti Belgia, Perancis, Italia, Spanyol, dan Inggris diketahui jarang mengonsumsi kol atu kubis.

Sebuah studi Jurnal Clinical and Translational Allergy mempelajari tingkat kematian yang disebabkan virus corona dan perbedaan pola makan bisa memengaruhi risiko kematian.

"Informasi yang tengah berkembang saat ini sebetulnya masih belum ada hasil uji klinis yang dilakukan. Bahkan, jurnal ilmiah yang memuat informasi tersebut juga belum melakukan penelitian lebih dalam. Maka belum ada bukti secara jelas yang menegaskan kandungan kol bisa mencegah virus corona dalam tubuh," kata Ahli Gizi sekaligus Senior Lecturer Universitas Esa Unggul, Idrus Jus'at saat dihubungi Indozone, Minggu (26/7/2020).

Dengan kata lain, penelitian tersebut masih tahapan per review. Dibutuhkan kehati-hatian agar tidak menimbulkan sebuah spekulasi baru. Sehingga masyarakat tidak langsung menilai bahwa itu sebuah bukti otentik kemudian memborong semua kol atau kubis di pasar. Butuh akal sehat dan uji klinis lebih lanjut untuk membenarkan hal tersebut.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
Yulia Marianti
Syarifah Noer Aulia

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US