Makna dan Filosofi di Balik Lezatnya Kue Keranjang
Pekerja membuat kue keranjang di industri kue keranjang rumahan "Nyonya Seneng" Tukangan, DI Yogyakarta, Selasa (21/1/2020). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Food

Makna dan Filosofi di Balik Lezatnya Kue Keranjang

Selain rasanya yang enak, kue ini ada filosofinya juga guys!

Sabtu, 25 Januari 2020 05:21 WIB 25 Januari 2020, 05:21 WIB

INDOZONE.ID - Tahun Baru Imlek identik dengan kue keranjang. Kue keranjang disebut juga sebagai Nian Gao atau Ni-Kwe, dalam bahasa Hokkian yang berarti kue manis.

Kue ini terbuat dari tepung ketan dan gula. Kue khas Perayaan Imlek ini memiliki filosofi pembawa keberuntungan.

Di Tiongkok terdapat kepercayaan bahwa dengan menyantap kue keranjang terlebih dulu sebelum makan makanan lain saat tahun baru, akan mendapatkan keberuntungan sepanjang tahun.

Nggak hanya itu, kue keranjang juga memiliki filosofi lain, yakni bahan yang dibuat dari tepung ketan punya tekstur lengket. Maknanya adalah persaudaraan yang begitu erat dan selalu menyatu.

Sementara rasanya yang manis dari gula dan terasa legit pun menggambarkan rasa suka cita, menikmati keberkatan, kegembiraan, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam hidup. Bentuknya yang bundar juga memiliki makna, yakni melambangkan persatuan.

Wah, ternyata seperti itu ya filosofi tentang kue keranjang yang selalu ada saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Yulia Marianti

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU