The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bisakah Delivery Makanan Selamatkan Bisnis Kuliner?
Ilustrasi delivery makanan. (Freepik/Ake1150sb)
Food

Bisakah Delivery Makanan Selamatkan Bisnis Kuliner?

Dampak virus corona.

Senin, 20 April 2020 18:55 WIB 20 April 2020, 18:55 WIB

INDOZONE.ID - Dampak pandemi Covid-19 turut merambah ke sektor bisnis kuliner. Berdasarkan data dari Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), produksi industri makanan mengalami penurunan 30-40% di tengah merebaknya virus corona (Covid-19). Namun hal ini bukan hanya terjadi di Tanah Air, melainkan hampir di seluruh dunia.

Menurut Chef Ragil Imam Wibowo, beberapa kerabatnya yang terlibat dalam bisnis kuliner di Amerika dan Eropa turut merasakan hal yang sama.

"Teman saya di Amerika yang restorannya sedemikian besar harus tutup sementara. Di Eropa ada yang tidak bisa survive lagi. Kondisinya sekarang ini dunia sedang mencari bentuk lagi, artinya di dunia FnB (food and beverage) dipaksa berubah habis-habisan," ujar Chef Ragil dalam suatu diskusi siaran langsung, Senin (20/4/2020).

Dirinya memperkirakan, paling cepat industri kuliner bisa kembali normal paling cepat enam bulan. Namun jika melihat sudah terjadi, seperti krisis di Amerika pada tahun 2008, kondisinya baru berangsur pulih 1,5 hingga 2 tahun ke depan. Oleh karenanya, para pelaku bisnis kuliner harus bersabar dalam menghadapi perubahan ini dan tidak tergesa-gesa untuk mengembalikan keadaan.

delivery makanan
Ilustrasi delivery makanan. (Freepik)

"Jadi sekarang harus mulai marathon, tidak lagi sprint. Jangan cepat-cepat pikirkan 1-2 tahun ke depan, yang penting sustain dulu," kata Chef Ragil.

Dalam situasi sekarang ini, perilaku konsumen berubah. Dari yang tadinya tamu datang ke restoran untuk makan, sekarang restoran yang harus datang ke tamu. Caranya dengan take away atau pengiriman makanan. 

Cara tersebut dikatakan oleh Chef Ragil bisa membantu bisnis kuliner untuk bertahan. Tapi memang bila diibaratkan seperti naik tangga. Jadi pelaku bisnis kuliner harus bergerak langkah demi langkah. 

"Enggak mungkin restoran dari yang tadinya tamu datang, makan, serve, dapat seratus persen. Sekarang ganti delivery, langsung dapat 100 enggak mungkin. Jadi harus step by step, tetap harus bersabar," ucap Chef Ragil.

delivery makanan
Ilustrasi food delivery. (Freepik)

Apabila pelaku bisnis kuliner mulai merasa putus asa, Chef Ragil mengingatkan untuk tetap semangat. Dirinya mengimbau agar pelaku bisnis mengingat tujuan utamanya ketika membuka usaha kuliner. Dengan mengingat itu, diharapkan semangat tetap terjaga.

"Dalam kondisi seperti ini dipaksa untuk lebih kreatif dan menyiapkan apa yang diminta oleh pasar. Prinsipnya jangan merasa takut, coba aja karena masa sekarang paling luar biasa," pungkas Chef Ragil.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US