The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

3 Perbedaan Yakitori dan Sate Ayam: Dari Jenis Daging hingga Cara Penyajian
Ilustrasi Yakitori. (Instagram/irotikay_).
Food

3 Perbedaan Yakitori dan Sate Ayam: Dari Jenis Daging hingga Cara Penyajian

Pengolahan daging berbeda.

Rabu, 13 Oktober 2021 12:09 WIB 13 Oktober 2021, 12:09 WIB

INDOZONE.ID - Sate ayam ala Jepang, itulah salah satu penjelasan mudah untuk mendeskripsikan yakitori. Tapi sebetulnya pengolahan hingga bumbunya sedikit berbeda.

Di Indonesia, sate ayam dengan bumbu kacang yang manis biasanya menjadi lauk, teman dari sepiring nasi panas atau lontong, kadang dilengkapi dengan acar agar lebih segar. 

Chef Sapik Kamdani dari restoran spesialis yakitori di Jakarta, menuturkan perbedaan mendasar antara yakitori dan sate. Berikut ini ada lima perbedaan mendasar antara kedua santapan Jepang dan Indonesia tersebut.

1. Daging yang dipakai.

Ilustrasi Yakitori. (Instagram/irotikay_).
Ilustrasi Yakitori. (Instagram/irotikay_).

Daging yang dipakai adalah salah satu perbedaan antara yaktori dan sate ayam.

"Kalau yakitori, semua bagian ayam bisa jadi semua menu, yang dibuang tulangnya saja. Ada menu kepala, sayap, dada sampai isiannya juga bisa," kata Sapik beberapa waktu lalu, mengutip dari Antara.

Perbedaan lainnya adalah yakitori umumnya memakai daging ayam segar dengan potongan yang lebih besar, otomatis proses pembakarannya pun lebih lama.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Corn Dog, Jajanan Khas Korea yang Mudah Dijumpai di Indonesia

2. Proses pembakaran.

Ilustrasi Yakitori. (Instagram/irotikay_).
Ilustrasi Yakitori. (Instagram/irotikay_).

Dagingnya langsung dibakar tanpa melewati proses marinasi. Berbeda dengan daging sate ayam di Indonesia yang biasanya diolesi bumbu sebelum dibakar. Jika ingin membuat yakitori bercita rasa asin, daging akan diberi garam sebelum matang. Sebaliknya, jika ingin yakitori bercita rasa manis, setelah matang yakitori baru diolesi dengan saus manis.

3. Penyajian

Ilustrasi Yakitori. (Instagram/irotikay_).
Ilustrasi Yakitori. (Instagram/irotikay_).

Yakitori paling enak dimakan saat masih panas, jadi konsumen bisa memesan kepada chef untuk mengeluarkan menu yang dipesan satu persatu. Jika dipanaskan ulang, yakitori masih enak tapi sudah berkurang juicy dari dagingnya. 

Selain itu, yakitori umumnya jadi santapan yang lezat untuk menyesap minuman beralkohol seperti bir.

Tips membuat yakitori.

Tips dari chef Sapik bila ingin membakar yakitori dengan kematangan yang tepat sehingga daging masih juicy adalah dengan melihat apakah terlihat air atau minyak di permukaan daging yang dibakar. Jika demikian, berarti daging yang dibakar masih juicy. Tapi bila tampak kering, berarti proses pembakaran terlalu lama sehingga daging terlalu matang dan kering.

Poin terpenting adalah memakai daging ayam yang segar, bukan daging yang sudah dibekukan dalam waktu lama.

Agar tidak bau amis, setelah dicuci segera bungkus rapat dengan plastik wrap, kemudian masukkan ke dalam chiller atau air es selama 15-30 menit. Keringkan, kemudian daging siap dimasak. Jangan terlalu lama merendam di air es karena warnanya akan berubah menjadi pucat.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
M Fadli

M Fadli

Editor
JOIN US
JOIN US