The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Fakta-fakta Jamur Enoki
Jamur enoki. (Instagram/robertatomiato)
Food

Fakta-fakta Jamur Enoki

Minggu, 28 Juni 2020 15:20 WIB 28 Juni 2020, 15:20 WIB

INDOZONE.ID - Jamur enoki mendadak jadi perbincangan warganet di Indonesia setelah terjadinya Kejadian Luar Biasa wabah bakteri listeria monocytogenes di Amerika Serikat, Australia, dan Kanada.

Bakteri listeria monocytogenes yang berbahaya bagi kesehatan itu ditemukan di dalam kemasan jamur enoki dari Green Co Ltd asal Korea Selatan yang beredar di tiga negara tersebut.

Menyusul peristiwa itu, Kementerian Pertanian RI pun belum lama ini menarik jamur enoki yang beredar di pasaran setelah ditemukan adanya jamur enoki yang terbukti mengandung bakteri listeria.

Kini, banyak penggemar jamur enoki yang merasa kecewa. Sebab, jamur enoki yang dikenal lezat itu tidak dapat lagi dinikmati secara bebas.

Bicara soal jamur enoki, berikut fakta-fakta jamur enoki yang #KAMUHARUSTAU.

Punya banyak nama lho!

Jika selama ini kamu hanya mengenal jamur yang satu ini bernama enoki, ternyata jamur ini memiliki banyak nama. Misal di Tiongkok, di negara itu orang-orang menyebutnya 'jingu'. Sementara di Korea disebut sebagai 'paengi beoseot'. Di Vietnam di panggil 'kim cham;.

Punya banyak jenis

Jamur enoki terdiri dari banyak jenis. Mulai dari yang putih, cokelat muda, hingga keemasan. Namun, jamur enoki dari varietas putihlah yang paling sering dijual dan sangat mudah ditemukan di pasaran.

Manfaatnya untuk kesehatan tubuh

Jamur enoki mengandung sejumlah nutrisi yang baik bagi kesehatan tubuh. Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal PubMed, disebutkan bahwa jamur enoki bisa tingkat gula darah, tekanan darah, dan kolesterol.

Dalam penelitian lainnya yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Pharmacology menyebutkan bahwa jamur enoki memiliki senyawa bioaktif dalam enoki memiliki sifat antikanker dan antitumor.

Bukan cuma di Korea, enoki ada dimana-mana

Meski enoki dikenal berasal dari Korea, namun kini jamur enoki dan pembudidayaannya sudah semakin meluas. Ada di Tiongkok, Jepang, Thailand, Vietnam, dan bahkan di Indonesia.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Raden Arman
Nanda
Raden Arman

Raden Arman

Editor
Nanda

Nanda

Writer
JOIN US
JOIN US