The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Studi: Pasta Lebih Menyehatkan dan Bantu Kurangi Lemak Jenuh
Ilustrasi pasta. (photo/Ilustrasi/Pexels/Karolina Grabowska)
Fakta Dan Mitos

Studi: Pasta Lebih Menyehatkan dan Bantu Kurangi Lemak Jenuh

Kamis, 28 Januari 2021 14:52 WIB 28 Januari 2021, 14:52 WIB

INDOZONE.ID - Menurut sebuah studi terbaru yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan The Obesity Society, terdapat sebuah pernyataan yang berkata bahwa mereka yang mengonsumsi pasta cenderung memiliki diet yang lebih sehat dibanding yang tidak memakannya sama sekali. 

Tidak hanya itu, para peneliti dari Nutritional Strategies, Inc. bandingkan data yang dikumpulkan dari orang dewasa AS antara 2001 hingga 2012 sebagai bagian dari National Health and Nutrition Examination Survey, menemukan bahwa pemakaian pasta cenderung mengonsumsi lebih sedikit lemak jenuh dan gula. 

Selain itu, jika dibandingkan dengan mereka yang menghindari karbohidrat, para pemakan pasta dilaporkan memiliki asupan vitamin dan mineral penting yang lebih baik seperti folat dan serat makanan. Hal ini diungkapkan oleh ahli diet Diane Welland, Manajer Komunikasi Nutrisi untuk Asosiasi Pasta Nasional. 

"Pasta dapat menjadi bahan pembangun yang efektif untuk nutrisi yang baik, karena ia berfungsi sebagai sistem pengiriman yang sempurna untuk buah-buahan, sayuran, daging tanpa lemak, ikan dan kacang-kacangan," kata ahli diet Diane Welland.

"Analisis ini menggarisbawahi pentingnya pasta yang konsisten dengan diet sehat," lanjutnya. 

Meski demikian, tetap penting untuk dicatat bahwa penelitian ini yang diselenggarakan oleh National Pasta Associated yang hampir pasti miliki kepentingan untuk membuktikan manfaat bagi makanan kesehatan. Tapi, hal ini bukan pertama kalinya pasta dikaitkan dengan gaya hidup yang lebih sehat. 

Pada Juli 2016 lalu, terdapat satu studi tambahan yang menemukan orang yang makan pasta cenderung memiliki BMI yang lebih rendah dan lingkar pinggang lebih kecil, dibanding orang yang tidak memakannya. Jadi, gimana guys menurut kamu tentang studi yang satu ini? Apakah kamu setuju atau tidak? Tulis pendapat kamu di kolom komentar dan ditunggu informasi selanjutnya ya guys. So, stay tune with us!

Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US