The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pahatan Unta Ditemukan di Arab Saudi, Diperkirakan Berusia 8.000 Tahun!
Pahatan unta yang ditemukan di Arab Saudi. (photo/Dok. BBC via AFP)
Fakta Dan Mitos

Pahatan Unta Ditemukan di Arab Saudi, Diperkirakan Berusia 8.000 Tahun!

Rabu, 22 September 2021 10:36 WIB 22 September 2021, 10:36 WIB

INDOZONE.ID - Pasti tahu dengan hewan unta yang sudah melekat dengan Arab Saudi. Kini, terdapat bukti arkeologi yang menunjukkan unta yang sudah terkubur sejak 8 ribu tahun lalu. Bukan menjadi hewan biasa, unta sejak dahulu sudah menjadi bagian penting bagi penggembala di Arab Saudi. 

Pada 2018, Arab Saudi sendiri berhasil menemukan pahatan unta di bebatuan gurunnya. Tepatnya, pada bagian utara Arab Saudi dengan pahatan unta yang diperkirakan berasal dari era Neolitik, periode terakhir Zaman Batu. Mengutip BBC, para peneliti telah  memperkirakan karya itu diciptakan sekitar 2.000 tahun lalu ketika pertama kali ditemukan. 

Perkiraan itu pun didasari dengan kemiripan relief-relief di kota-kota kuno Petra, Yordania. Tetapi menurut kajian terbaru, diperkirakan umur rangkaian dari pahatan unta itu berkisar antara 7.000-8.000 tahun lalu. Untuk memastikan pahatan batu pada era purba ini menjadi tantangan tersendiri untuk para peneliti. 

Tidak seperti dengan lukisan di gua, terkadang tidak adanya bahan organik pada pahatan batu untuk dijadikan sampel. Di mana, seni pahat batu yang besar ini juga jarang ditemukan pada daerah itu. Penemuan ini pun dipublikasikan di Journal of Archaeological Science. Para peneliti pun menganalisa pola erosi, bekas alat yang dipakai, dan menguji tulang-tulang hewan yang ditemukan dalam lokasi untuk menentukan umur dari pahatan itu. 

Umur rangkaian pahatan unta itu bahkan jauh sebelum manusia sudah menjinakkan unta-unta untuk berbagi keperluan. Penjinakan unta pun dipandang sebagai katalis untuk perkembangan ekonomi di Arab Saudi. Ketika rangkaian pahatan itu dibuat, Arab Saudi tampak jauh berbeda dengan yang sekarang. Arab Saudi pun digambarkan dengan hamparan rumput dan danau-danau. 

Untuk saat ini, belum jelas mengapa pahatan tersebut diciptakan. Tetapi, para peneliti memperkirakan karya itu dibuat sebagai titik temu dari suku-suku nomaden.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US