The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Soal Mitos Ayam Potong Disuntik Hormon, Asosiasi Peternak Angkat Bicara
Ilustrasi - peternakan ayam modern Naratas, Desa Jelat, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Fakta Dan Mitos

Soal Mitos Ayam Potong Disuntik Hormon, Asosiasi Peternak Angkat Bicara

Rabu, 03 Maret 2021 09:37 WIB 03 Maret 2021, 09:37 WIB

INDOZONE.ID - Sebagaimana diketahui, beredar mitos di masyarakat bahwa ayam pedaging atau ayam potong disuntik hormon untuk menambah bobot hewan ternak sehinga berdampak buruk untuk kesehatan.

Asosiasi peternak yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) mengatakan hal itu memang mitos belaka dan bukan fakta.

Ketua Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner Pinsar Rakhmat Nuriyanto dalam diskusi daring, Selasa (2/3/2021) mengatakan banyak faktor sehingga bisa dihasilkan ayam-ayam yang besar sekarang ini.

Rakhmat menjabarkan ayam ras untuk diternakkan sebagai pedaging maupun petelur telah dikembangkan sejak 1900 melalui berbagai penelitian.

Pada 1930, lahirlah ayam ras petelur dan beberapa tahun kemudian berhasil ditemukan ras broiler untuk diternakkan sebagai ayam pedaging.

Lebih lanjut lagi, di Indonesia, ras ayam petelur dan pedaging mulai masuk ke Indonesia dan dikembangbiakkan pada 1960-an.

Menurutnya, selama ini para peneliti terus melakukan penelitian hingga akhirnya bisa menghasilkan bibit ayam pedaging yang memiliki bobot berat untuk dikonsumsi.

"Pertama dari bibitnya. Induk ayam itu sudah disilangkan, diseleksi, disilangkan, diseleksi berkali-kali sampai mendapatkan ras yang bisa cepat tumbuh besar. Dulu mungkin untuk mencapai berat 1 kg perlu 90 hari atau 60 hari, tapi dengan teknologi tadi disilangkan dan diambil yang berkualitas, yang bagus, akhirnya mendapatkan bibit yang bagus sehingga cepat besar," paparnya dikutip dari Antara.

Kemudian, faktor lainnya adalah jenis pakan berkualitas yang bisa mempercepat pertumbuhan dan obat-obatan yang digunakan untuk menghasilkan ayam pedaging berkualitas baik.

Rakhmat mengibaratkan teknologi obat-obatan yang diberikan pada ternak seperti halnya tanaman yang diberikan pupuk.

Selain itu, faktor teknologi pemeliharaan ayam pedaging yang presisi dan modern juga memengaruhi bobot ayam broiler sehingga bisa tumbuh besar.

Artikel Menarik Lainnya

Laila Rahmi Batubara
JOIN US
JOIN US