The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Asal Usul Penggunaan Ganja oleh Masyarakat, Bermula dari Pengobatan hingga Seks
Tanaman ganja. (Unsplash)
Fakta Dan Mitos

Asal Usul Penggunaan Ganja oleh Masyarakat, Bermula dari Pengobatan hingga Seks

Dipakai orang Romawi

Jumat, 01 Juli 2022 12:08 WIB 01 Juli 2022, 12:08 WIB

INDOZONE.ID - Penggunaan ganja dalam kehidupan sehari-hari ternyata sudah berlangsung sejak dulu. Ganja digunakan untuk medis dan ritual agama, selain hal tersebut biasanya penggunaannya dianggap seakan lewat begitu saja.

Bangsa Romawi kuno menjadi salah satu peradaban yang kerap menggunakan ganja dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ganja menjadi tanaman yang bernilai tinggi untuk dipergunakan dalam dunia medis.

Baca Juga: Legalkan Penggunaan Obat, Thailand Izinkan Warga Tanam Ganja Medis Sendiri di Rumah

Dikutip dari Nationalgeographic, perdagangan obat bius internasional sudah ada dilakukan sejak tahun 1.000 Sebelum Masehi. Besar dugaan, jika ganja dan opium menjadi tanaman yang sangat mungkin digunakan oleh orang Romawi.

Hal tersebut diperjelas dari hasil penelitian para arkeolog dan juga ilmuwan lainnya yang memperjelas gambaran yang tampaknya telah dikaburkan dengan hati-hati oleh para penulis kuno.

Opium dan rami (hemp) mendominasi dunia kuno Mediterania. Penyelidikan cermat selama dua dekade mengungkap pola penggunaannya yang sebelumnya tidak diduga sama sekali oleh sejarawan Klasik.

Rami sendiri memiliki sejarah yang lebih panjang daripada opium. Tanaman ini berasal dari Asia Tengah dan telah ada di Eropa selama lebih dari 5.000 Tahun.

Sementara orang Tiongkok sendiri mulai membudidayakan ganja secara signifikan setidaknya 2.500 tahun yang lalu. Penggunaan ini sendiri banyak ditemukan pada sebaran di sepanjang Jalur Sutra.

Dokter Yunani, Dioscorides melaporkan bahwa penggunaan ganja yang ekstensif cenderung menyabotase kehidupan seks bagi penggunanya. Ia bahkan merekomendasikan penggunaan ganja untuk mengurangi hasrat seksual di mana hasrat tersebut mungkin dianggap tidak pantas.

Menurut Dioscorides, orang-orang Romawi cenderung menggunakan tanaman tersebut hanya untuk menimbulkan sensasi kenikmatan semata. Hal ini lantaran ganja dianggap menjadi tanaman yang hanya membawa orang-orang semakin liar dalam melakukan seks.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abdul Fattah
JOIN US
JOIN US