The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sejarah Gejala Gunung Krakatau Meletus dan Mengguncang Dunia, Gempa sampai ke Australia
Anak gunung Krakatau. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Fakta Dan Mitos

Sejarah Gejala Gunung Krakatau Meletus dan Mengguncang Dunia, Gempa sampai ke Australia

Rabu, 18 Mei 2022 12:50 WIB 18 Mei 2022, 12:50 WIB

INDOZONE.ID - Letusan Krakatau pada tahun 1883 menjadi salah satu bencana alam yang sangat mengguncang dunia. Pasalnya akibat dari letusan tersebut, banyak kawasan di dunia mengalami dampak kerusakan.

Meski diketahui letusan tersebut terjadi pada Agustus 1883, namun gejala awal gunung berapi aktif tersebut mulai bereaksi tercatat sudah dimulai sejak 18 Mei 1883.

Dilansir Antaranews, sebelum letusan terjadi aktivitas seismik di sekitar Krakatau sangatlah tinggi. Gejala tersebut bahkan mengguncang Australia sebagai negara luar yang pertama kali menerima dampak dari letusan gunung tersebut.

Baca Juga: Mengapa Indonesia Sering Terjadi Gempa, Tsunami dan Gunung Meletus?

Sementara di dalam negeri sendiri, gejala dirasakan di kawasan Batavia (sekarang Jakarta) yang berjarak 160 kilometer dari Krakatau. Namun, pemerintah yang dahulu masih didiami oleh Pemerintahan Hindia-Belanda menganggap hal tersebut merupakan hal yang biasa terjadi pada gunung lantaran akhir Mei abu vulkanik tampak berkurang.

Sejarah letusan gunung Krakatau
Ilustrasi awan gelap akibat letusan Gunung Krakatau. (Wikipedia Commons)

Namun, tak disangka letusan terjadi beberapa minggu setelah tampak tenang yang menimbulkan letusan keras dan menutupi pulau-pulau di Selat Sunda dengan awan hitam tebal selama lima hari lamanya.

Akibat dari letusan pertama ini, terbentuklah dua ventilasi yang muncul di antara Perboewatan dan Danan. Aktivitas gunung juga menyebabkan air pasang di sekitarnya sangatlah tinggi dan kapal-kapal di pelabuhan harus ditambatkan dengan rantai agar tidak terseret arus.

Hingga puncaknya pada Agustus 1883, letusan kembali mengguncang hingga ke kawasan Australia, Perth dan Rodrigues di Mauritius. Penduduk sana rata-rata merasa bahwa letusan tersebut merupakan tembakan meriam dari kapal terdekat, padahal tsunami kecil telah menyerang wilayah mereka akibat dari letusan Krakatau.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abdul Fattah

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US