The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Penyiksaan Brutal Mongolia yang Kurung Tahanan di Dalam Sebuah Peti
Ilustrasi peti kematian Mongolia. (up.illuminaija.com)
Fakta Dan Mitos

Penyiksaan Brutal Mongolia yang Kurung Tahanan di Dalam Sebuah Peti

Sabtu, 04 Juli 2020 14:00 WIB 04 Juli 2020, 14:00 WIB

INDOZONE.ID - Salah satu bentuk penyiksaan paling sadis adalah Mongolian Death Coffins. Peti Kematian Mongolia ini dianggap sebagai penjara paling berbahaya bagi mereka yang melakukan kejahatan. 

Metode kejam ini dipraktikkan sebelum tahun 1920 dan diterapkan pada tahanan Mongolia yang menghadapi hukuman mati.

Metode ini dilakukan dengan mengurung tahanan dalam peti mati kayu berukuran sekitar 1 meter x 1,2 meter selama bertahun-tahun. 

Tak hanya itu para tahanan beserta petinya akan disimpan dalam ruang bawah tanah gelap yang dikelilingi oleh benteng kayu setinggi 15 kaki.

Para tahanan tidak akan bisa meluruskan tubuh atau berbaring dengan nyaman di kotak kayu tersebut.

Tahanan hanya akan menerima makanan dari lubang kecil berdiameter  6 inci dan kotorannya hanya akan dicuci setiap dua hingga tiga minggu. 

Bayangkan saja bagaimana orang tidak bisa menggerakkan tangan dan tubuhnya di sekitar kotorannya sendiri. Belum lagi kondisi gelap dan dingin di malam hari yang harus dihadapi para tahanan.

Banyak tahanan yang meninggal selama musim dingin karena mereka tidak diberi pakaian hangat untuk menghangatkan tubuh. Namun, metode yang sangat menyiksa ini telah dilarang pada tahun 1920.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zal
Reka
Zal

Zal

Editor
Reka

Reka

Writer
JOIN US
JOIN US