The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Peneliti Temukan Seni Prasejarah Tertua di Dunia, Berupa Cetakan Tangan dan Kaki Anak-Anak
Tampilan seni prasejarah awal berupa cetakan tangan dan kaki anak-anak. (photo/Dok. Zhang et al., Science Bulletin, 2021)
Fakta Dan Mitos

Peneliti Temukan Seni Prasejarah Tertua di Dunia, Berupa Cetakan Tangan dan Kaki Anak-Anak

Kamis, 16 September 2021 14:32 WIB 16 September 2021, 14:32 WIB

INDOZONE.ID - Sebuah tim peneliti internasional mengklaim telah menemukan seni prasejarah paling awal di dunia. Bentuk seni prasejarah paling tua sedunia ini berbentuk cetakan tangan dan kaki anak-anak yang telah ditemukan di dataran tinggi Tibet. 

Tim peneliti berpendapat bahwa cetakan ini merupakan contoh paling awal dari seni parietal. Seni parietal adalah lukisan, gambar, dan ukiran di permukaan batu, meskipun cetakan tangan anak-anak di Tibet itu bukan berada di gua. Matthew Robert Bennett dan Sally Christine Reynolds dari Bournemouth University menjelaskan dalam sebuah artikel di The Conversation bahwa batu kapur yang menimpan cetakan tangan anak-anak itu berasal dari ratusan ribu tahun lalu. 

"Ini akan menjadikan situs tersebut sebagai contoh paling awal yang diketahui saat ini dari jenis seni ini di dunia," tulis mereka dalam artikel tersebut.

"Penemuan ini juga menambah penelitian yang mengidentifikasi anak-anak sebagai beberapa seniman paling awal," kata mereka.

Lukisan bergambar cetakan tangan banyak ditemukan di gua-gua prasejarah. Biasanya, tangan digunakan sebagai stensil, dengan pigmen tersebat di sekitar tepi tangan. Gua-gua di Sulawesi, Indonesia atau di El Castillo, Spanyol mempunyai beberapa contoh bagus dan merupakan gua-gua tertua yang diketahui hingga saat ini. 

Di Quesang, di dataran tinggi Tibet, tim peneliti yang dipimpin oleh David Zhang dari Guangzhou University telah meneukan jejak tangan dan kaki yang terawetkan di travertine. Travertine adalah batu kapur air tawar dan dalam hal ini diendapkan dari air panas terpanaskan oleh panas bumi. 

Lima sidik jari tangan dan jejak kaki tampaknya ditempatkan dengan hati-hati di batuan itu. Mungkin oleh dua anak jika dilihat dari ukuran jejaknya. Jejak-jejak itu tidak tertinggal seperti orang yang berjalan normal dan tampaknya memang sengaja ditempatkan di sana. 

Anak yang membuat jejak kaki itu mungkin berusia sekitar 7 tahun dan yang lainnya, membuat sidik jari, sedikit lebih tua, sekitar usia 12 tahun. Perkiraan usia ini didasarkan pada ukuran jejak tangan dan kaki itu dengan mengacu kepada kurva pertumbuhan modern seperti yang dihasilkan WHO. 

Tim juga menentukan penanggalan pada travertine itu dengan pakai metode radiometrik berdasarkan peluruhan uranium yang ditemukan di batu kapur itu. Hasilnya, deposit itu berasal dari antara 169.000 dan 226.000 tahun lalu.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US