The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Studi Ini Ungkapkan Diet 5:2 Bantu Kurangi Gejala Kulit Pasien Psoriasis!
Ilustrasi makanan diet. (photo/Ilustrasi/Pexels/Ella Olsson)
Fakta Dan Mitos

Studi Ini Ungkapkan Diet 5:2 Bantu Kurangi Gejala Kulit Pasien Psoriasis!

Jumat, 07 Mei 2021 14:15 WIB 07 Mei 2021, 14:15 WIB

INDOZONE.ID - Setelah mengikuti diet 5:2, pasien psoriasis ringan amati penurunan skala dan ketebalan yang signifikan. Temuan studi pendahuluan telah disajikan hari ini di Simposium Musim Semi EADV. Penelitian baru yang menyelidiki untuk pertama kalinya efek modifikasi intermittent fasting pada kulit penderita psoriasis telah membuahkan hasil yang menjanjikan. 

Psoriasis sendiri adalah penyakit inflamasi kronis yang dimediasi oleh kekebalan sistemik yang menyebabkan timbulnya plak dan sisik pada permukaan kulit. Penyakit ini menyerang antara 2-3 persen populasi orang dewasa di dunia, dan 1 persen pada anak-anak. Sampai saat ini, pengaruh intervensi diet terhadap keparahan psoriasis masih jarang diteliti, dan meskipun diketahui ada hubungan antara obesitas dan keparahan psoriasis. Melihat hal itu, peneliti studi ini yaitu Dr Lynda Grine dari Universitas Ghent, Belgia memberikan komentarnya.

"Kami telah mengamati hasil positif pada tikus dengan peradangan usus dan psoriasis, dengan peradangan di usus yang memicu gejala kulit," kata Dr Lynda Grine, Peneliti Postdoctoral, Departemen Dermatologi, Universitas Ghent, Belgia.

"Melalui keingintahuan ilmiah dan pengalaman saya sendiri dengan puasa. sebagai seorang Muslim, saya ingin mengetahui apakah intervensi diet akan memiliki efek yang sama pada pasien manusia dengan psoriasis." lanjutnya. 

MIF merupakan aslah satu bentuk puasa intermiten yang haruskan para partisipan untuk membatasi asupan kalori dalam jangka waktu tertentu. Ini sering dipandang sebagai bentuk puasa yang lebih mudah diatur, mungkinkan peserta menyesuaikan aturan untuk akomodasi kehidupan pribadi mereka. 

Sebanyak 24 subjek terdaftar dalam penelitian ini, dengan kelompok yang terdiri dari 12 peserta lainnya melanjutkan diet biasa mereka. Dengan mengulangi pola makan 5:2, kelompok yang berpuasa diminta untuk mengonsumsi total 500 kkal dua kali seminggu pada 2 hari tidak berturut-turut, tetapi bebas mengonsumsi asupan kalori harian seperti biasa selama 5 hari tersisa dalam seminggu. 

Secara objektif, PASI dan BSA tidak berbeda secara signifikan antara puasa dan diet teratur, meskipun 6 minggu tetapi berkurang secara signifikan pada kelompok puasa pada minggu 12 dibandingkan dengan kelompok kontrol.

"Pengaruh intervensi diet pada kesehatan kulit merupakan bidang penelitian yang merangsang di bidang dermatologi. Hasil penelitian ini menambah bukti yang sedang dilakukan untuk memahami hubungan antara usus dan kulit, dengan beberapa hasil yang menjanjikan untuk pasien dan manajemen penyakit psoriasis, "kata Prof Marie-Aleth Richard.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
JOIN US
JOIN US