The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sekelompok Orang ini Pernah Sengaja Disuntikkan Virus COVID-19, Alasannya Demi Penelitian
Ilustrasi penyuntikan virus Covid. (Unsplash)
Fakta Dan Mitos

Sekelompok Orang ini Pernah Sengaja Disuntikkan Virus COVID-19, Alasannya Demi Penelitian

Kamis, 30 Juni 2022 15:30 WIB 30 Juni 2022, 15:30 WIB

INDOZONE.ID - Saat virus COVID-19 menyerang dunia, banyak orang menyelamatkan diri mereka dengan menghindari hal-hal yang bisa memicu penyebaran virus mematikan tersebut.

Namun, berbeda dengan sekelompok orang ini yang rela disuntikkan virus COVID-19 untuk menjadi objek dari penelitian keberlanjutan mengenai virus tersebut.

Baca Juga: 5 Organisme Kecil yang Menyerang Otak Manusia untuk Melakukan Kegiatan Sehari-hari

Dikutip dari Healthline, kejadian ini terjadi pada pertengahan tahun 2021 dimana sekelompok tersebut dinamakan relawan yang diberikan kompensasi senilai Rp90 Juta untuk waktu dan ketidaknyamanannya.

Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Oxford yang sebelumnya menimbulkan kontroversi lantaran hanya satu dari dua yang disetujui di seluruh dunia yang sengaja memaparkan manusia sehat dengan virus corona.

Tujuan penelitian ini sendiri untuk mengukur tingkat kekebalan seseorang dalam mencegah infeksi ulang COVID-19 demi menghasilkan vaksin dan perawatan yang lebih baik.

Christopher Chiu, dokter penyakit menular dan ahli imunologi di Imperial College London, bersama rekan-rekannya membuka lowongan relawan itu pada Februari 2021 lalu.

"Kami sedang dalam proses melakukan analisis yang sangat mendalam terhadap sampel tersebut," kata Chiu.

Apakah termasuk mal praktek?

Secara etika medis, penelitian semacam itu tidak begitu kontroversial. Akan tetapi, masalahnya, ilmuwan lain memandang penggunaan virus dosis rendah dan menargetkan demografi yang rentan untuk studi COVID-19 yang menantang pada manusia tidak bisa dibenarkan.

Pasalnya, pada awal 2021, saat percobaan awal dibentuk, terapi penyelamatan yang andal tidak tersedia. Inilah yang menjadi kontroversi dalam persidangan etis untuk dilakukan.

Di satu sisi, eksperimen serupa bisa saja diterapkan pada hewan. Sayangnya, penggunaan hewan akan memiliki hasil yang tidak akurat untuk mencerminkan respons manusia terhadap penyakit atau perawatan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Abdul Fattah
JOIN US
JOIN US