The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bikini Atoll, Pulau Karang Versi Nyata 'Bikini Buttom' yang Kelam
Bikin Atoll. (kyodonews.net)
Fakta Dan Mitos

Bikini Atoll, Pulau Karang Versi Nyata 'Bikini Buttom' yang Kelam

Sabtu, 28 November 2020 13:00 WIB 28 November 2020, 13:00 WIB

INDOZONE.ID - Bikini Atoll adalah nama sebuah pulau karang di Samudera Pasifik yang terdiri dari terumbu berbentuk cincin yang mengelilingi laguna oval 25 mil x 15 mil. 

Atol tersebut mencakup 23 pulau karang kecil di dalam terumbu karang.

Bikini Atoll sering disebut sebagai versi nyata dari Bikini Buttom, tempat tinggal makhluk bawah laut berbentuk kuning 'SpongerBob' dalam kisah fiksinya. 

Bikini adalah ejaan untuk Pikinni Atoll. Atol sendiri berarti sebuah pulau yang mengelilingi laguna baik sebagian atau seluruhnya. 

Bikini Buttom dalam
Bikini Buttom dalam 'SpongeBob'. (Istimewa)

Bikin Atoll adalah bagian dari Kepulauan Marshaall yang merupakan rangkaian pulau yang terletak di antara Hawaii dan Filipina.

Meskipun pulau karang ini terlihat indah namun ia tak seindah sejarah kelam tempat ini. 

Pemerintah Amerika Serikat mengambil kendali administratif atas Kepulauan Marshall dari Jepang pada tahun 1944, dan mempertahankan kendali hingga 1986, saat pulau-pulau itu memperoleh kemerdekaannya. 

Baca Juga: Pulau Palmyra, Tempat Pembunuhan dan Bunuh Diri Para Pelaut

Saat Kepulauan Marshall secara resmi berada di bawah wilayah AS, wilayah itu dikenal sebagai Pacific Proving Grounds karena uji coba nuklir yang  dilakukan di berbagai lokasi di pulau-pulau itu antara pertengahan 1940-an dan awal 1960-an.

Ledakan bom nuklir di Bikini Atoll.
Ledakan bom nuklir di Bikini Atoll. (Flickr/Jon Schoffstall)

Penggunaan senjata atom di Hiroshima dan Nagasaki lebih dari sekadar mengakhiri Perang Dunia II.

AS menguji lebih dari 20 perangkat nuklir di Bikini Atoll dan Enewetak Atoll di dekatnya.

Sehingga aktivitas tersebut masih meninggalkan radioaktivitas hingga hari ini di Bikini Atoll.

Pada tahun 1946, pemerintah AS memindahkan 167 orang Bikinians ke pulau Rongerik, sebelah timur Bikini, di mana mereka mengalami kelaparan karena tanaman pangan yang tidak mencukupi. 

Pada tanggal 1 Maret 1954, ledakan di Bikini Atoll yang dikenal sebagai "Bravo" menciptakan ledakan yang setara dengan 1.000 bom seukuran Hiroshima.

Ledakan dahsyat ini menciptakan horor kehidupan nyata bagi Bikinians. Mereka tidak dapat kembali ke tanah air leluhur mereka karena kontaminasi radiasi yang tidak akan hilang selama ribuan tahun.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Reka
Reka

Reka

Writer
JOIN US
JOIN US