The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Fakta di Balik Tradisi Pakaian Dalam Merah dan Festival Angsa di Tahun Baru Imlek
Ilustrasi batu giok dengan tali berwarna merah. (Photo/Ilustrasi/Unsplash)
Fakta Dan Mitos

Fakta di Balik Tradisi Pakaian Dalam Merah dan Festival Angsa di Tahun Baru Imlek

Minggu, 30 Januari 2022 22:06 WIB 30 Januari 2022, 22:06 WIB

INDOZONE.ID - Selain mengetahui urutan zodiak China yang dipilih oleh Kaisar Giok melalui perlombaan. Ada juga beberapa tradisi untuk memperingati Tahun Baru Imlek.

Tradisi Pakaian Dalam Merah

Berdasarkan catatan, jika tahun itu adalah zodiak Anda, maka itu disebut benming (???/ b?n mìng nián). Sepanjang tahun itu, Anda dianggap cenderung menarik perhatian setan. Cara melindungi diri adalah dengan memakai pakaian dalam berwarna merah.

Diyakini bahwa sebelum berusia 100 hari, jiwa bayi dapat diambil kembali kapan saja. Jadi orang tua akan memberi bayi mereka liontin kunci.

Selama Dinasti Liao, tahun benming juga dikenal sebagai kelahiran kembali. Orang-orang akan merayakan kelahiran kembali mereka dengan upacara yang dilakukan oleh pendeta (atau penyihir). Ini sama berbahayanya selama tahun kelahiran kembali.

Untuk mengunci keberuntungan dan jiwa, seseorang harus dipastikan mengenakan pakaian dalam berwarna merah.

Baca juga: Alasan Mengapa Orang Takut Hantu, Kerap Berhalusinasi terhadap Imajinasi Wajah Jelek Hantu

Festival Angsa dan Lentera

Festival Lentera (???/ yuán xi?o jié) adalah lima belas hari setelah Festival Musim Semi. Ini menandai berakhirnya perayaan Tahun Baru Imlek. Seperti yang bisa ditebak dari namanya, semua orang menyalakan lentera untuk festival ini. Ini malam yang indah, tapi mengapa lentera?

Seperti ceritanya, angsa surgawi dibunuh oleh seorang pemburu ketika mengunjungi dunia manusia. Untuk membalas kematiannya, Kaisar Langit berencana mengirim ksatrianya dan membakar bumi.

Para dewa yang lebih rendah merasa ngeri dengan rencana ini dan diam-diam pergi untuk memperingatkan manusia. Pada malam itu, manusia menyalakan petasan dan setiap rumah tangga menggantung lentera. Dari langit, sepertinya Bumi terbakar. Itu menipu Kaisar Giok dan umat manusia diselamatkan dari murkanya.

Artikel Menarik Lainnya:

M Fadli
M. Rio Fani
M Fadli

M Fadli

Editor
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US