The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bukan Menakutkan, Kematian bagi Orang Mesir Kuno Jadi Awal Kebahagiaan, Kenapa Ya?
Ilustrasi mumi orang Mesir kuno. (Ancient Origins)
Fakta Dan Mitos

Bukan Menakutkan, Kematian bagi Orang Mesir Kuno Jadi Awal Kebahagiaan, Kenapa Ya?

Bisa bersenang-senang di akhirat

Jumat, 09 Desember 2022 09:10 WIB 09 Desember 2022, 09:10 WIB

INDOZONE.ID - Bagi orang Mesir kuno kematian bukanlah sebuah hal yang menakutkan. Bahkan mereka menganggap jika kematian bisa membawa mereka pada awal kebahagiaan. 

Kematian di Mesir kuno adalah kunci menuju kehidupan yang lebih baik, jika mereka mampu melewati penghakiman dan memasuki dunia orang mati, perjalanan akhirat mereka pun dimulai. 

Baca Juga: Momen Pegawai Cek Rumah Kalideres, Teriak 'Allahuakbar' Saat Lihat Jasad Ibu Mengering

Dikutip dari Egyptianist, kematian di Mesir kuno didefenisikan sebagai perjalanan ke alam kematian, di mana segala sesuatu di dalam makam orang tersebut hidup kembali dan memulai hidup mereka yang sesungguhnya. 

Hal ini lantaran orang Mesir percaya bahwa tubuh dan jiwa mereka akan bersatu kembali setelah kematian datang. Setelah dibangkitkan, mereka akan menggunakan semua yang ada di makam mereka untuk membuat akhirat senyaman mungkin. 

Segala hal yang mereka senangi bahkan akan terjadi kembali di dalam hidup setelah kematian. Seperti berburu, memancing, mondar-mandir, berpesta, mendengarkan musik, berhubungan seks, makan, dan, tentu saja, minum dan mabuk. Namun, tidak akan ada penyakit di dunia baru.

Jadi alasan untuk mumifikasi

Sejak 3500 SM, orang Mesir telah melakukan percobaan utnuk mengawetkan mayat agar mampu hidup kembali dengan kondisi tubuh yang sempurna.

Baca Juga: Jenazah Mahasiswi IPB yang Hilang Terseret Air Hujan di Bogor Ditemukan di Jakbar

Orang Mesir melakukan percobaan pada mayat di Hierakonpolis di Mesir Hulu, untuk mengetahui bagaimana tubuh dapat diawetkan setelah kematian, mereka menggunakan resin dan pembungkus linen untuk melakukannya. 

Bukti menunjukkan bahwa percobaan ini dimulai setelah orang Mesir menemukan mayat yang diawetkan secara alami di pasir panas. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
Abdul Fattah
M Fadli
Editor
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US