The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bermukim di Pemakaman, Hidup Bersama Orang Mati di Manila North Cemetery
Orang Filipina yang tinggal di pemakaman di Manila North Cemetery. (Flickr/Hywell Martinez)
Fakta Dan Mitos

Bermukim di Pemakaman, Hidup Bersama Orang Mati di Manila North Cemetery

Rabu, 05 Agustus 2020 20:00 WIB 05 Agustus 2020, 20:00 WIB

INDOZONE.ID - Manila North Cemetery adalah salah satu pemakaman tertua di Metro Manila , Filipina . 

Pemakaman ini memiliki luas 54 hektar dan dimiliki oleh Pemerintah Kota Manila, yang membuatnya menjadi pemakaman tua di tengah kota Metropolitan.

Jika pada umumnya kuburan selalu dinilai sebagai tempat yang menakutkan, horor dan misterius, namun hal itu tidak terjadi pada pemakanan Utara Manila ini. 

Manila North Cemetery telah menjadi tempat hidup bagi ribuan keluarga miskin di Filipina. 

Tidak ada aroma bunga-bunga yang mengerikan, tidak ada suasana sepi dan suram seperti kebanyakan pemakaman lainnnya di tempat ini.

Kuburan ini penuh dengan anak-anak yang berlarian, aroma masakan, para pedagang makanan dan aktivitas kehidupan manusia yang 'masih hidup' lainnya.  

Orang filipina yang tinggal di pemakaman.
Orang-orang Filipina yang tinggal di Manila North Cemetery. (popupcity.net)

Atlasobscura menyebutkan kuburan telah menjadi rumah bagi populasi penduduk yang terus meningkat selama lebih dari 70 tahun. 

Hingga 10.000 orang Filipina bermukim di antara batu nisan di pemakaman ini. Pemakaman itu menjadi kota tersembunyi yang berkembang pesat, tempat para penghuninya membentuk semacam hubungan simbiosis dengan orang mati.

Orang-orang Filipina yang miskin telah cukup lama menjadikan pemakaman itu sebagai rumah mereka. Hingga mungkin ada seorang anak yang telah berusia 60 tahun dan menjalani seluruh hidupnya di kuburan. 

Untuk mendapatkan penghasilan tambahan, anak-anak di tempat ini akan membawa peti mati dengan upah 50 sen atau mengumpulkan besi tua. 

Sementara orang tua mereka membersihkan tempat-tempat mereka yang lebih kaya, menjadi penggali kuburan atau melakukan bisnis lokal. 

Mirisnya, hidup mereka di kuburan jelas bukanlah hal mudah. Mereka hidup kekurangan air, listrik, dan tidak memiliki tempat untuk membuang kotoran secara layak. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zal
Reka
Zal

Zal

Editor
Reka

Reka

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US