The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tradisi Suku Trobriander di Papua Nugini, Sudah Kenal Seks Sejak Usai Dini
Ilustrasi suku Trobriander di Papua Nugini. (Guardian.com)
Fakta Dan Mitos

Tradisi Suku Trobriander di Papua Nugini, Sudah Kenal Seks Sejak Usai Dini

Senin, 22 Maret 2021 13:44 WIB 22 Maret 2021, 13:44 WIB

INDOZONE.ID - Sejatinya, hubungan badan dilakukan oleh orang dewasa atau yang sudah cukup umur.

Tapi tidak demikian dengan suku Trobriander dari Kepulauan Trobriander di Papua Nugini, yang sudah mengenal seks sejak usia dini yakni 6 tahun.

Sebagaimana diwartakan Guardian, Minggu (21/3/2021), bahkan tradisi tersebut masih berlaku hingga saat ini.

Diketahui, Suku Trobriander tinggal di Pulau Kiriwina, Papua Nugini, di mana mayoritas masyarakatnya hidup sebagai petani dan sektor agrikultur.

Menurut sejarah, nama pulau itu diambil dari nama salah satu letnan dari Kapal Prancis yang mendarat di kepulauan tersebut. 
Meski sempat didatangi oleh banyak bangsa, ajaran agama dan kolonialisasi tak berdampak banyak pada suku di sana.

Tercatat, ada sekitar 12 ribu populasi masyarakat di sana. 

Masing-masing hidup di desa, di mana tiap desa dihuni oleh 2 hingga 6 keluarga.

Mengingat jumlah masyarakatnya yang tak banyak, umumnya mereka saling mengenal satu sama lain. 

Hanya ada satu aturan yang wajib ditaati, mereka tidak boleh menikah dengan lawan jenis dari keluarga ibu, hanya boleh menikah dengan lawan jenis dari keluarga ayah mereka. 

Selain itu, mereka juga tidak diizinkan untuk menikah dengan orang suku lain di luar desa mereka.

Lebih lanjut lagi, anak berusia 6 hingga 13 tahun sudah diajarkan untuk tidur bersama dengan lawan jenisnya bahkan diberi pelajaran tentang cara memancing lawan jenis secara dewasa.

Untuk menunjukkan ketertarikan pada lawan jenis, salah satu diwajibkan memberi ubi-ubian yang menjadi alat tukar mereka. 
Setelah itu, mereka akan pergi menuju pondok khusus bernama bukumatula.

Di pondok itu, pasangan beda jenis akan bermalam hingga fajar tiba. Diasumsikan, kalau keduanya telah menikah. 

Kemudian di pagi harinya, ibu dari sang wanita akan datang dengan membawa ubi yang telah dimasak untuk mereka makan.

Untuk lebih menarik perhatian, wanita-wanita Suku Trobriander juga kerap memakai dekorasi berupa cangkang yang disebut menyimpan daya magis untuk menarik lawan jenis.

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Laila Rahmi Batubara
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US