The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Fakta Tsunami Aceh, Benarkah Parahnya Efek Gelombang karena Campur Tangan Manusia?
Ilustrasi gelombang tsunami. (Freepik/liuzishan).
Fakta Dan Mitos

Fakta Tsunami Aceh, Benarkah Parahnya Efek Gelombang karena Campur Tangan Manusia?

Di rubrik opini The Wall Street Journal.

Minggu, 26 Desember 2021 15:52 WIB 26 Desember 2021, 15:52 WIB

INDOZONE.ID - Bencana tsunami yang menimpa Aceh dan beberapa kawasan lainnya pada 26 Desember 2004 silam masih terngiang di ingatan semua orang, khususnya para korban. Hari ini, setelah 17 tahun momen tersebut kembali menyeruak di sanubari kita.

Namun ada beberapa opini para ilmuwan yang beredar saat itu yang mengatakan adanya campur tangan manusia. Khususnya bagi mereka yang tak ramah dengan lingkungan sekitar.

Di rubrik opini The Wall Street Journal lima hari setelah tsunami, seorang jurnalis bernama Andrew Brown berpendapat bahwa perusakan terumbu karang oleh manusia sangat mungkin memainkan peran dalam memperparah efek tsunami

Banyak negara di Asia, termasuk Indonesia, Sri Lanka, dan Bangladesh, berusaha menghancurkan terumbu yang mengelilingi pantainya untuk membangun tambak udang dan lahan ekonomi lainnya. 

Ilustrasi tsunami. (Freepik/liuzishan).
Ilustrasi gelombang tsunami tenggelamkan kota. (Freepik/liuzishan).

Baca Juga: Kiamat 2012 Versi Kalender Suku Maya Kuno Ternyata Cuma Salah Hitung, Kapan akan Terjadi?

Di Pulau Surin, Thailand, Browne menyatakan penduduk di sana mungkin saja selamat karena tsunami menghantam terumbu karang terlebih dahulu, namun kenyataannya penduduk pulau tersebut tidak banyak, sehingga korban tewasnya sedikit. 

Berbagai terumbu karang di seluruh Samudra Hindia dihancurkan menggunakan dinamit karena dianggap mengganggu pelayaran kapal, bagian vital ekonomi Asia Selatan.

Browne juga berpendapat bahwa pemusnahan kawasan mangrove di pantai bisa memperburuk dampak tsunami di sejumlah tempat. Ia mengatakan bahwa pohon mangrove mampu mengurangi kecepatan tsunami. Faktor lainnya adalah pengerukan bukit pasir pantai.

Kendati seperti itu, hari ini adalah hari yang tepat untuk membungkukan badan dan berempati dengan korban-korban yang tertimpa musibah tersebut.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
M Fadli

M Fadli

Editor
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US