The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Peneliti Temukan Simpanse Saling Mengobati Sesama, Bukti Adanya Sifat Empati?
Simpanse mengoleskan serangga untuk mengobati luka anaknya di Taman Nasional Loango, Gabon (Dok. Alessandra Mascaro)
Fakta Dan Mitos

Peneliti Temukan Simpanse Saling Mengobati Sesama, Bukti Adanya Sifat Empati?

Minggu, 13 Februari 2022 13:46 WIB 13 Februari 2022, 13:46 WIB

INDOZONE.ID - Untuk pertama kalinya, para peneliti melihat simpanse di Taman Nasional Loango, Gabon, Afrika Barat mengoleskan serangga untuk mengobati luka yang dialami sesamanya. Ini menunjukkan bahwa simpanse memiliki kapasitas perilaku prososial yaitu empati seperti manusia.

Seperti yang dilansir Daily Science, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada 7 Februari 2022 di jurnal Current Biology, peneliti di Ozouga Chimpanzee Project bernama Alessandra Mascaro pada November 2019 mengamati seekor simpanse bernama Suzee memeriksa luka di kaki putranya yang masih remaja, Sia.

Saat itu, Mascaro melihat Suzee menangkap seekor serangga, lalu memasukkannya ke dalam mulutnya dan kemudian mengoleskannya ke luka di kaki Sia.

Mascaro bersama peneliti lainnya yang telah meneliti kelompok simpanse di taman nasional tersebut selama tujuh tahun mengaku belum pernah menyaksikan perilaku simpanse seperti itu sebelumnya.

simpanse mengobati sesama
Simpanse mengoleskan serangga untuk mengobati luka anaknya di Taman Nasional Loango, Gabon (Dok. Alessandra Mascaro)

Lantas dia pun merekam momen luar biasa itu dan menunjukkannya kepada Tobias Deschner, seorang ahli primata dan Simone Pika, seorang ahli biologi kognitif di Universitas Osnabrück.

"Dalam video, Anda dapat melihat bahwa Suzee pertama kali melihat kaki putranya, dan kemudian seolah-olah dia berpikir, 'Apa yang bisa saya lakukan?' dan kemudian dia mendongak, melihat serangga itu, dan menangkapnya untuk putranya,'" kata Mascaro.

Sejak kejadian itu, para peneliti melakukan pengamatan terhadap simpanse lainnya untuk memantau perilaku yang sama. Selama 15 bulan, mereka telah mendokumentasikan sebanyak 76 perilaku serupa terkait mengobati luka pada diri sendiri dan sesamanya.

Sipanse bukan hewan pertama yang terpantau pernah mengobati dirinya  sendiri. Para peneliti telah melaporkan bahwa beruang, gajah, dan lebah juga melakukannya.

Namun yang luar biasa adalah simpanse tidak hanya mengobati luka mereka sendiri, tetapi juga luka orang lain.

Simone Pika, seorang ahli biologi kognitif di Universitas Osnabrück berpendapat bahwa tindakan mengoleskan serangga pada luka orang lain adalah contoh nyata dari perilaku prososial -- perilaku yang bertindak demi kepentingan orang lain, bukan hanya untuk diri sendiri.

"Bagi saya, ini sangat menakjubkan karena begitu banyak orang meragukan kemampuan prososial pada hewan lain," katanya.

"Tiba-tiba kita memiliki spesies di mana kita benar-benar melihat individu peduli pada orang lain."

Para peneliti tidak mengetahu persis serangga apa yang digunakan simpanse dan apa khasiat dari serangga tersebut untuk kesehatan mereka.

"Manusia menggunakan banyak spesies serangga sebagai obat untuk melawan penyakit -- ada penelitian yang menunjukkan bahwa serangga dapat memiliki fungsi antibiotik, antivirus, dan anthelmintik," kata Pika.

Para peneliti juga berteori bahwa serangga mungkin memiliki sifat menenangkan yang dapat meredakan rasa sakit.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
Nanda
M Fadli

M Fadli

Editor
Nanda

Nanda

Writer
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US