The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Misteri Pemindahan Patung Lilin Putin di Museum Grevin Paris, Ada Aksi Vandalisme?
Patung Lilin Vladimir Putin. (Twitter/@andreasmoun).
Fakta Dan Mitos

Misteri Pemindahan Patung Lilin Putin di Museum Grevin Paris, Ada Aksi Vandalisme?

Dipindahkan ke gudang.

Rabu, 02 Maret 2022 16:40 WIB 02 Maret 2022, 16:40 WIB

INDOZONE.ID - Pengunjung Museum Grevin di Paris, Perancis pada Selasa (1/3/2022) sepertinya tak akan lagi melihat patung lilin presiden Rusia Vladimir Putin. Patung tersebut sudah tak terlihat lagi semenjak munculnya protes terhadap invasinya ke Ukraina dan setelah itu dirusak selama akhir pekan.

Patung yang dibuat pada tahun 2000, dipindahkan ke gudang sampai pemberitahuan lebih lanjut dan museum sedang mempertimbangkan untuk menggantinya dengan patung Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, seperti yang dikutip dari Antara

"Hari ini tidak mungkin lagi menampilkan karakter seperti dia, untuk pertama kalinya dalam sejarah museum kami menarik patung karena peristiwa sejarah yang sedang berlangsung," kata direktur museum Yves Delhommeau kepada radio France Bleu dikutip dari Reuters,

Delhommeau mengatakan selama akhir pekan, patung itu mendapat serangan dari pengunjung dan tampak acak-acakan.

Baca Juga: Sejarah Maret 2002: Invasi Amerika Serikat ke Afghanistan Melalui Operasi Anaconda

"Mengingat apa yang telah terjadi, kami dan staf kami tidak ingin harus memperbaiki rambut dan penampilannya setiap hari," kata Delhommeau.

Seorang juru bicara museum mengatakan tidak jelas dalam keadaan apa patung itu akan kembali.

Ditanya siapa yang sekarang mungkin menggantikan Putin di tempat kosong antara patung Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping, Delhommeau mengatakan itu mungkin Zelensky Ukraina.

"Mungkin presiden Zelensky akan menggantikannya... dia telah menjadi pahlawan karena telah melawan dan tidak melarikan diri dari negaranya. Dia bisa dengan sempurna menggantikan posisinya di antara orang-orang hebat dalam sejarah dan hari ini," katanya.

Pada tahun 2014, setelah aneksasi Rusia atas Krimea dari Ukraina, seorang demonstran dengan tulisan "Bunuh Putin" di dadanya yang telanjang menikam patung itu dan menghancurkan tengkoraknya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
M Fadli

M Fadli

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US