The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

3 Agama yang Melarang Praktik Poliandri, Bakal Datangkan Banyak Masalah bagi Keluarga
Ilustrasi larangan berpoligami bagi wanita. (ANTARANEWS/HO)
Fakta Dan Mitos

3 Agama yang Melarang Praktik Poliandri, Bakal Datangkan Banyak Masalah bagi Keluarga

Agama samawi

Selasa, 17 Mei 2022 17:30 WIB 17 Mei 2022, 17:30 WIB

INDOZONE.ID - Dalam kaitannya dengan agama, praktik poliandri memiliki dua sudut pandang yang cukup spesifik untuk dilakukan oleh wanita. Pasalnya terdapat agama-agama yang cukup menjaga dan mengatur prilaku wanita dalam bersikap.

Beberapa agama sangat menekankan wanita untuk menjaga martabat mereka. Salah satu aturan untuk hal tersebut ialah melarang praktik poliandri, wanita yang menikahi lebih dari satu pria.

Baca Juga: Wanita Cianjur Diusir karena Punya 2 Suami, 5 Suku di Dunia Ini Bolehkan Praktik Poliandri

Lantas agama apa saja ya?

3 Agama yang Melarang Poliandri

Agama yang melarang praktik poliandri cenderung merupakan agama samawi atau agama yang turun berdasarkan wahyu Tuhan kepada para rasul untuk menyebarkan ajaran agama.

1. Islam

Dikutip dari Al-Islam, agama Islam sangat menjunjung dan menjaga sekali adab wanita dalam ajarannya. Para wanita diperintahkan untuk menjaga aurat dan juga ucapan serta tingkah laku mereka.

Bagi agama Islam, poliandri sangatlah ditentang lantaran mampu menjadi sumber masalah bagi dirinya. Mulai dari harga dirinya hingga permasalahan dalam kehidupan yang akan menimpa jika wanita melakukan poliandri.

2. Kristen

Baik Kristen Katolik maupun Prostestan sangat melarang praktik poliandri. Pasalnya agama ini hanya memandang yang namanya monogami, yakni pernikahan yang dilakukan satu orang istri dan satu orang suami.

Dalam kitab Kejadian Allah bersabda:

"…sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging…"

Meski dalam Perjanjian Lama ditemui kasus poligami seperti Abraham yang memiliki dua istri hingga terjadi konflik antar para istri. Namun mengenai pernikahan dipertegas oleh Yesus yakni:

"Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikia."

3. Yahudi

Sama seperti dua agama tadi, agama yang menjadi agama resmi negara Israel ini juga melarang yang namanya praktik poliandri. Yahudi hanya memperjelas aturan pernikahan pada pria yakni boleh melakukan poligini atau kerap kita sebut poligami. Namun, dalam agama Yahudi aturan pernikahan poligami boleh dilakukan hanya sebanyak 4 kali.

Dalam kitab suci Yahudi dan perkataan orang bijak mereka, angka empat menandakan kelengkapan, keutuhan, atau kepenuhan. Allah dalam kebijaksanaan-Nya telah menetapkan empat sebagai jumlah yang cukup untuk memberikan bukti tanpa keraguan (empat saksi) atau untuk menyediakan waktu yang memadai.

Ini mewakili kelengkapan, keutuhan dan kepenuhan atau penyelesaian. Juga ada empat atribut utama Allah [2]: Rabb (Tuhan), Rehman (Pemurah), Raheem (Penyayang) dan Malik (Tuan).

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Abul Muamar
Abdul Fattah

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US