The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pengakuan Pelaku Pesugihan Gunung Kawi, Nekat Tumbalkan Diri Demi Bayar Utang Bank
Pelaku Pesugihan Gunung Kawi. (Pemburu Mitos)
Fakta Dan Mitos

Pengakuan Pelaku Pesugihan Gunung Kawi, Nekat Tumbalkan Diri Demi Bayar Utang Bank

Ingin hidup makmur.

Sabtu, 14 Mei 2022 00:00 WIB 14 Mei 2022, 00:00 WIB

INDOZONE.ID - Seperti yang kita ketahui, cerita Gunung Kawi yang dijadikan tempat pesugihan sudah terkenal sejak zaman dulu. Orang-orang yang melakukan pesugihan biasanya mereka sangat sulit ekonominya atau karena putus asa dikejar utang.

Salah satu pelaku pesugihan yang mengaku bernama Lek Jan bercerita soal pesugihan yang dilakukannya. Ia mengaku terpaksa melakukan pesugihan di Gunung Kawi demi membayar utang bank.

Tidak mau rumahnya disita bank lantaran tak bisa melunasi utang, ia pun akhirnya nekat melakukan pesugihan. Ia mengaku bahwa saat itu ekonominya benar-benar sedang hancur.

"Yang pertama adalah perekonomian saya hancur, saya sudah bekerja serabutan dan apa pun itu sudah saya lakukan. Tapi tidak ada hasil yang memuaskan. Kemudian yang kedua, saya tidak ingin melihat keluarga saya terlilit utang," tutur Lek Jan, dikutip dari kanal YouTube Pemburu Mitos.

Baca juga: Fakta Ritual Pesugihan Gunung Kawi yang Bisa Bikin Kaya 7 Turunan, Keluarga Jadi Tumbal

Lek Jan juga mengakui bahwa ia mengambil pesugihan karena ingin makmur di dunia dan sama sekali tidak memikirkan akhirat. Meski yang ia miliki adalah hasil pesugihan, namun bila ada yang meminta bantuannya, Lek Jan selalu bersedia.

Untuk melakukan pesugihan tersebut, harus ada yang ditumbalkan oleh Lek Jan. Meski tumbalnya bisa anak, istri dan anggota keluarga kandung, namun Lek Jan memilih menumbalkan diri sendiri.

"Saya pribadi ya saya sendiri yang menjadi tumbal dari pesuguhan Gunung Kawi ini," kata Lek Jan.

Kemudian, bila suatu hari nanti ia meninggal, semua kekayaan yang dimilikinya akan kembali ke demit pesugihan.

"Semua kekayaan yang saya miliki akan diambil oleh bunda ratu lagi dan saya pun akan menjadi budaknya di sana untuk membantunya di istana yang beliau miliki," ungkapnya.

Namun, pesugihan tersebut masih bisa dilanjutkan oleh keluarga, entah itu istri atau anggota keluarga lainnya. Kalau tidak ada yang melanjutkan, maka pesugihan tersebut dinyatakan sudah berakhir.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
Dina
M Fadli

M Fadli

Editor
Dina

Dina

Writer
JOIN US
JOIN US