Misteri Menghilangnya Novelis Misteri Agatha Christie karena Pelakor?
Agatha Christie yang sempat menghilang selama sebelas hari di akhir tahun 1926 silam (Goodreads)
Fakta Dan Mitos

Misteri Menghilangnya Novelis Misteri Agatha Christie karena Pelakor?

Sengaja menghilangkan dirinya.

Sabtu, 22 Februari 2020 10:06 WIB 22 Februari 2020, 10:06 WIB

INDOZONE.ID - Nama Agatha Christie merupakan salah satu penulis novel misteri, krimibnal, dan detektif yang paling fenomenal. Semua novelnya paling banyak dibaca orang di seluruh dunia nomor tiga setelah kitab suci dan karya-karya William Shakespeare. 

Namun kesuksesannya tersebut ternyata tidak serta merta membauat pernikahan pertamanya bahagia. Karena itulah ia menghilangkan diri dengan sengaja sehingga menimbulkan perhatian publik saat itu.

Bermula dari pelakor.

Melansir dari film dokumenter 'Perspective: The Mystery of Agatha Christie' keluaran ITV 2013 lalu, sang suami terlibat asmara dengan wanita muda bernama Nancy Neele dan ingin bercerai dengan Agatha. Hal ini yang kemudian membuat hatinya hancur. Dan yang terjadi setelahnya cukup mengejutkan, seperti sebuah plot yang selalu ia tulis dalam novelnya. 

Pada Jumat malam 3 Desember 1926 silam, setelah mengucapkan salam perpisahan kepada anaknya Rosalind, Agatha Christie pergi menyetir mobilnya menembus kegelapan malam. Keesokan paginya, mobilnya ditemukan di salah satu tempat terpencil bernama Newlands Corner di dekat Guildford tanpa ada tanda-tanda keberadaan pemiliknya. 

Mantel dan SIM-nya ditemukan di kursi belakang, tapi sang empunya tidak terlihat di mana pun. Sedangkan lokasi kejadian adalah sebuah padang luas yang jauh dari pemukiman penduduk. 

Sehingga ada dugaan ia diculik. Karena bila sang penulis sengaja melakukannya, tentu dia harus berjalan cukup jauh untuk keluar dari padang rumput seperti itu. 

Pencarian Para Polisi.

Sontak para polisi mengerahkan seluruh tenaganya utuk mencari sang novelis tersebut. Banyak dugaan bermunculan. Beberapa surat kabar pun memberitakan seorang novelis wanita yang menghilang secara misterius tersebut.

Setelah ribuan orang dikerahkan, dan puluhan anjing pelacak diturunkan, namun tetap tidak ada-ada tanda keberadaan Agatha Christie. 

Penulis detektif Sherlock Holmes juga turut mencari dengan cara yang aneh.

Penulis novel Sherlock Holmes, Sir Arthur Conan Doyle juga turut mencari keberadaan Agatha Christie. Namun bukan dengan cara investigasi sungguhan seperti yang dilakukan para detektif, ia justru menggunakan ritual mistis dan supranatural.

Memang, di akhir hayatnya, sang penulis novel detektif terkenal tersebut dekat dengan duniat supranatural dan mistis. 

Agatha Christie menginap di hotel dengan menggunakan nama selingkuhan suaminya.

Sebenarnya Agatha Christie tidak menghilang bagaikan sihir atau diculik. Ia memang berjalan menelusuri padang rumput tersebut dan pergi ke sebuah hotel bernama Swan Hydropathic Hotel di kawasan Harrogate, Inggris.

Berdasarkan informasi dari catatan hotel, Agatha ternyata mendatangi hotel tersebut pada 4 Desember, sehari setelah ia meninggalkan rumah. Ia mendaftarkan diri dengan nama yang mirip dari wanita selingkuhan suaminya, Theresa Nelle.

Seorang anggota band mengenalinya.

Sampai suatu saat, ada beberapa anggota band yang tampil di hotel tersebut. Ia merasa mengenali sosoknya yang sedang dicari di media massa setempat. 

Ia lalu melaporkan ke polisi dan mengatakan ada seseorang wanita dengan deskripsinya mirip dengan sang penulis. Berita pun berhembus di kalangan media massa sehingga akhirnya media pun mendapatkan foto saat Agatha keluar dari hotel tersebut. 

Agatha Christie bungkam, spekulasi bermunculan.

Banyak spekulasi yang beredar bahwa ia melakukan hal ini karena ingin balas dendam kepada suaminya, tapi ada juga yang beranggapan itu hanyalah sensasi dalam rangka menerbitkan novel terbarunya.

Ada juga yang mengatakan bahwa ia tertekan setelah neneknya meninggal. Sampai saat ini belum jelas kepastiannya. Hanya saja pemberitaan media massa sangat memojokkan dirinya dan membuatnya marah.

Agatha Christie pun bungkam saat ditanya perihal menghilangnya dirinya tersebut. Namun menurut Laura Thompson, ada kemungkinan semua perasaannya saat kejadian itu ia curahkan melalui novel-novelnya yang ia tulis menggunakan nama pena Mary Westmacott.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
M Fadli
M Fadli

M Fadli

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU