The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Dianggap Hari yang Istimewa, Bolehkah Umat Islam Berpuasa pada Hari Jumat? Ini Jawabannya!
Ilustrasi hari Jumat. (Pixabay)
Fakta Dan Mitos

Dianggap Hari yang Istimewa, Bolehkah Umat Islam Berpuasa pada Hari Jumat? Ini Jawabannya!

Makruh hukumnya.

Jumat, 05 November 2021 09:56 WIB 05 November 2021, 09:56 WIB

INDOZONE.ID - Berpuasa adalah suatu ibadah yang sangat dianjurkan untuk memperoleh kesehatan pada tubuh. Selain memberikan manfaat kesehatan pada tubuh, berpuasa juga menjauhkan seseorang dari perbuatan dosa.

Dalam Islam sendiri berpuasa tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja, melainkan puasa dapat dilakukan pada hari-hari biasa yang hukumnya Sunnah. Puasa ini tidak terikat waktu apabila seseorang ingin melakukannya.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan melakukan puasa Sunnah. Salah satunya tidak memulai puasa pada hari Jumat. Kenapa ya?

Baca Juga: Rugi Jika Ditinggalkan, Berikut Keutamaan Puasa Arafah

Hal ini sebenarnya sudah lama menjadi perdebatan di kalangan ulama terkait boleh tidaknya berpuasa di hari Jumat. Dilansir NU Online, menurut sebagian besar ulama berpuasa di hari Jumat hukumnya makruh karena hari Jumat dianggap sebagai hari yang spesial atau hari raya bagi umat Islam.

Makruh adalah salah satu hukum dalam Islam, yakni jika ada suatu perbuatan yang jika meninggalkannya akan lebih baik daripada mengerjakannya. Secara bahasa, pengertian makruh adalah "sesuatu yang dibenci".

Pada hari Jumat, umat Islam kerap melakukan berbagai ibadah mulai dari solat Jumat bagi para pria, hingga membaca surah-surah yang dianjurkan. Kemakruhan puasa di hari Jumat ini berlaku bila sebelum atau sesudahnya tidak melakukan puasa.

Pendapat ini merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Janganlah kalian puasa hari Jumat melainkan puasa sebelum atau sesudahnya.” (HR Bukhari).

Pada dasarnya, berpuasa di hari Jumat hukumnya tetaplah makruh. Terdapat sebuah hadits yang dijadikan dasar oleh para ulama mengenai kemakruhan berpuasa di hari Jumat ini.

“Rasulullah SAW pernah menemuinya pada hari Jum’at dan ia dalam keadaan berpuasa, lalu beliau bersabda: ‘Apakah engkau berpuasa kemarin?’ ‘Tidak,’ jawabnya. ‘Apakah engkau ingin berpuasa besok?’ tanya beliau lagi. ‘Tidak,’ jawabnya lagi. ‘Batalkanlah puasamu’ kata Rasulullah SAW.” (HR Bukhari).

Berdasarkan hadis ini, para ulama mengatakan bahwa hukum puasa sunnah di hari Jumat adalah makruh. Namun demikian, kemakruhan ini bisa gugur karena dua hal berikut:

1. Pertama, puasa pada hari Jumat yang didahului puasa di hari Kamis, atau disambung dengan puasa di hari Sabtu. Jika demikian, maka puasa di hari Jumat hukumnya boleh, tidak makruh.

2. Kedua, jika hari Jumat bertepatan dengan puasa sunnah lainnya, seperti bertepatan dengan Puasa Arafah, Puasa Ayyamul Bidh, Puasa Dawud, dan lainnya. Jika demikian, berpuasa di hari Jumat hukumnya boleh, tidak makruh, bahkan disunnahkan.

TAG
Putri
Abdul Fattah
Putri

Putri

Editor
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US