The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pencurian Berlian Pangeran Saudi Masih Jadi Misteri, 3 Diplomat Tewas dalam Penyelidikan
Penyitaan barang berharga milik Pangeran Faisal yang dicuri ART asal Thailand, Kriangkrai. (Istimewa)
Fakta Dan Mitos

Pencurian Berlian Pangeran Saudi Masih Jadi Misteri, 3 Diplomat Tewas dalam Penyelidikan

'Blue Diamond Affair' yang terjadi 33 tahun lalu.

Rabu, 26 Januari 2022 12:30 WIB 26 Januari 2022, 12:30 WIB

INDOZONE.ID - Secara mengejutkan, Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-ocha mengunjungi Arab Saudi untuk memenuhi undangan Putra Mahkota Mohammad bin Salman (MBS) pada Selasa (25/1/2022).

Ini menjadi pertemuan resmi pertama antara kedua negara itu setelah 33 tahun pasca skandal pencurian berlian biru milik Pangeran Faisal bin Fahd oleh Asisten Rumah Tangga (ART) asal Thailand pada 1989.

Skandal itu yang membuat hubungan diplomatik antara Saudi dan Thailand memanas selama tiga dekade.

Kasus pencurian yang masih menjadi misteri

Kasus pencurian yang dinamakan 'Blue Diamond Affair' itu hingga kini masih menjadi misteri. Pemegang terakhir dari berlian biru senilai Rp286,7 miliar itu masih belum diketahui.

Bahkan sebanyak tiga diplomat dan seorang pengusaha Saudi, Mohammad al-Ruwaili tewas dan bahkan hilang dalam penyelidikan kasus tersebut di Thailand.

Adalah Kriangkrai Techamong, ART di rumah Pangeran Faisal yang pertama kali melakukan pencurian itu. Aksi tersebut dilakukannya saat sang pangeran bersama istrinya sedang berlibur selama tiga bulan.

Dia mengambil barang-barang berharga seberat 30 kilogram, termasuk salah satunya berlian biru, berlian langka senilai ratusan miliar rupiah.

Dalam aksinya, dia menyembunyikan barang curiannya itu ke kapal kargo yang dia bayar untuk berlayar ke Thailand. Ketika aksi pencurian itu sudah ada yang menyadari, Kriangkrai buru-buru melarikan diri ke Thailand.

Agar barang curiannya itu bisa lolos masuk ke Thailand tanpa harus melewati proses bea cukai, Kriangkrai menyelipkan amplop berisi uang dan kertas cacatan ke dalam kargonya untuk menyuap petugas.

Aksinya berhasil, namun setahun kemudian, dia ditangkap oleh Kepolisian Thailand berdasarkan laporan dari Saudi. Barang-barang berharga seperti permata dan perhiasan yang dicurinya itu langsung disita, meski sebelumnya dia sempat menjual beberapa dari barang itu, termasuk berlian biru.

Barang-barang yang telah disita itu dikembalikan ke otoritas Saudi. Namun barang yang dikembalikan ternyata palsu.

3 diplomat tewas dalam penyelidikan

Kriangkrai dipenjara selama lima tahun. Di samping itu, Saudi mengirimkan dua diplomatnya untuk terus menyelidiki siapa pemegang akhir berlian biru itu.

Saat dua diplomat Saudi itu mengemudi menuju kompleks perkantoran mereka, tiba-tiba dihadang oleh sekelompok orang bersenjata. Keduanya pun tewas ditembak.

Lalu, seorang diplomat Saudi kembali dikirim ke Thailand untuk mengungkap kasus pencurian itu. Dalam konferensi pers terbuka, dia secara terang-terangan menuduh Kepolisian Thailand yang bermain dalam kasus pencurian ini.

Seorang pengusaha Saudi bernama Mohammad al-Ruwaili juga dikirim ke Thailand. Namun sayangnya, sebulan kemudian dia dilaporkan menghilang tanpa jejak.

Seorang perwira polisi Thailand dituduh terlibat dalam pembunuhan terhadap al-Ruwaili pada 2014.

Saudi-Thailand putus hubungan diplomatik

Selama tiga dekade, hubungan diplomatik Saudi dan Thailand memanas. Hal itu yang membuat Thailand mengalami kerugian yang sangat besar.

Tidak hanya untuk urusan ekonomi, puluhan ribu tenaga kerja asal Thailand di Saudi terpaksa dipulangkan. Pengangguran di Negeri Gajah Putih itu pun semakin meningkat.

Tertuduh pelaku pencurian, Kriangkrai menjalani hukuman selama lima tahun. Pada 2016, dia menjadi biksu untuk menghindari karma.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
Nanda
M Fadli

M Fadli

Editor
Nanda

Nanda

Writer
JOIN US
JOIN US