Morton Sobell Pernah Dituduh Sebagai Mata-Mata Selama Perang Dinginwikipedia

Morton Sobell Pernah Dituduh Sebagai Mata-Mata Selama Perang Dingin

INDOZONE.ID - Morton Sobell, bersama dengan Rosenberg bersaudara, Ethel dan Julius, dituduh melakukan kegiatan mata-mata.

Juri dalam pengadilan yakin bahwa ketiganya membocorkan informasi rahasia pada agen rahasia Rusia mengenai senjata nuklir selama Perang Dingin. J. Edgar Hoover, Direktur FBI, menyebutnya sebagai 'kejahatan abad ini'.

Rosenberg kemudian dihukum setrum mati di Penjara Sing Sing, New York, dan Morton dikirim ke Alcatraz.

Penjara Alcatraz dikenal sebagai penjara yang keamanannya super ketat dan penjara paling mengerikan.

Morton dinilai bisa menyesuaikan dirinya di penjara Alcatraz dibandingkan napi lainnya.

Dia menghabiskan waktunya dengan membaca buku di perpustakaan penjara.

Dia kemudian dipindahkan ke sel C-342, yang berada di tingkat teratas penjara Alcatraz.

Sel ini dikatakan lebih hangat dari sel lainnya, dan memiliki pemandangan Golden Gate Bridge.

Selama di penjara yang paling brutal, Morton jadi orang yang populer di kalangan napi. Morton pun dinyatakan bebas pada tahun 1969.

Pada tahun 2008, dia mengaku memata-matai Uni Soviet saat Perang Dunia II.

Kemudian pada tahun 2011, Morton mengaku bahwa dia membantu menyalin ratusan dokumen rahasia milik Angkatan Udara Amerika Serikat.

Hingga kini, Morton masih hidup, dengan usia sekitar 101 tahun.