The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Peneliti Temukan Cara Baru Melacak Kandungan Mikroplastik dalam Skala Global
Ilustrasi mikroplastik. (photo/Ilustrasi/Dok. Wikipedia)
Fakta Dan Mitos

Peneliti Temukan Cara Baru Melacak Kandungan Mikroplastik dalam Skala Global

Selasa, 15 Juni 2021 14:48 WIB 15 Juni 2021, 14:48 WIB

INDOZONE.ID - Untuk saat ini, perkiraan mikroplastik di lautan bergantung pada trawl area tertentu dengan jaring, dan menilai pergerakan sesuai pola sirkuit laut. Terdapat banyak ruang untuk perbaikan dalam hal mencari tahu di mana partikel plastik berada dan bagaimana mereka bergerak seiring waktu. 

Di situlah pembacaan satelit masuk, dan khususnya pembacaan satelit mengenai kekasaran permukaan laut dari satelit cuaca Cyclone Global Navigation Satellite System (CYGNSS), kekasaran ini tampaknya berkolerasi dengan keberadaan mikroplastik. 

“Kami telah melakukan pengukuran radar terhadap kekasaran permukaan dan menggunakannya untuk mengukur kecepatan angin, dan kami tahu bahwa keberadaan benda-benda di dalam air mengubah daya tanggapnya terhadap lingkungan,” ungkap ilmuwan iklim dan ruang angkasa Chris Ruf , dari Universitas dari Michigan.

"Jadi saya mendapat ide untuk melakukan semuanya secara mundur, menggunakan perubahan responsivitas untuk memprediksi keberadaan benda-benda di dalam air." lanjutnya. 

Ruf dan rekan-rekannya berpikir bahwa apa yang ditangkap oleh satelit adalah surfaktan, senyawa berminyak yang biasanya sertai mikroplastik di dalam air, dan yang menurunkan tegangan permukan di laut bertemu dengan udara. Ketika peneliti cocokkan pembacaan dan prediksi satelit mereka dengan pengukuran aktual dan model mikroplastik laut saat ini, mereka menemukan korelasi yang kuat dengan model mikroplastik laut saat ini. 

Ini berarti gambaran yang jauh lebih akurat mengenai populasi mikroplastik dilautan sekarang menjadi mungkin. Pembacaan satelit pun menunjukkan puncak plastik di Atlantik Utara dan Pasifik selama berbulan-bulan musim panas di belahan Bumi utara.

"Adalah satu hal untuk mencurigai sumber polusi mikroplastik, tetapi melihat hal itu terjadi adalah hal lain," kata Ruf. 

"Data mikroplastik yang tersedia di masa lalu sangat jarang, hanya cuplikan singkat yang tidak dapat diulang." jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
JOIN US
JOIN US