The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Memperingati Momentum 28 Oktober, Berikut Fakta Unik Dibalik Sejarah Sumpah Pemuda
Museum Sumpah Pemuda. (ANTARA/Widodo.S Jusuf)
Fakta Dan Mitos

Memperingati Momentum 28 Oktober, Berikut Fakta Unik Dibalik Sejarah Sumpah Pemuda

Peran etnis Tionghoa

Kamis, 28 Oktober 2021 16:47 WIB 28 Oktober 2021, 16:47 WIB

INDOZONE.ID - Setiap tanggal 28 Oktober, masyarakat Indonesia biasa memperingati hari Sumpah Pemuda. Momentum ini dalam rangka merayakan dan menyatakan jika para pemuda bangga mengakui bangsa, darah dan bahasa persatuan Indonesia

Namun, sebenarnya dibalik peristiwa bersejarah tersebut terdapat beberapa fakta yang tak banyak orang tahu. Salah satunya keterlibatan etnis Tionghoa, yang kerap belakangan mendapatkan rasisme dalam melahirkan Sumpah Pemuda. 

Baca Juga: Peringati Sumpah Pemuda, 7 Seniman di Klaten Sulap Rongsokan Jadi Karya Seni yang Keren

Berikut ini INDOZONE rangkum fakta-fakta terkait peristiwa Sumpah Pemuda dari berbagai sumber. 

1. Digelar di Lapangan Benteng

Proses melahirkan Sumpah Pemuda melalui beberapa tahapan yang sering dikenal dengan sebutan Kongres Pemuda. Kongres ini berlangsung sebanyak dua kali. 

Pada pelaksanaannya, Kongres Pemuda II dilangsungkan di Lapangan Benteng tepatnya di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB) yakni pada 27 Oktober 1928. 

2. Diikrarkan di rumah orang Tionghoa

Peran masyarakat Tionghoa ternyata cukup besar dalam Kongres Pemuda II. Tempat pelaksanaan dan diikrarkannya Sumpah Pemuda merupakan asrama pelajar milik peranakan Cina yang bernama Sie Kok Liang. 

Tak hanya tempat saja, beberapa orang Tionghoa juga ikut mewakili untuk hadir di Kongres Pemuda II dan turut berikrar mengucapkan Sumpah Pemuda.

Gedung yang terletak di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta Pusat ini pun kini diabadikan sebagai Museum Sumpah Pemuda. 

3. Terdiri dari Pemuda Barat dan Timur Indonesia

Kongres Pemuda II yang berlangsung di Batavia rupanya dihadiri oleh para pemuda yang berasal dari barat dan timur Indonesia. Para pemuda ini menjadi wakil dari setiap daerah khususnya darah wilayah barat dan timur yang terdiri dari berbagai latar belakang. 

Mohammad Yamin, misalnya, yang datang dari ranah Minangkabau atau Sumatera Barat. 

Dari belahan timur Indonesia ada Johannes Leimena, kelahiran Ambon, Maluku. Ada pula Raden Katjasungkana dari Madura, atau Cornelis Lefrand Senduk mewakili organisasi pemuda Sulawesi.

4. Perilisan Lagu Kebangsaan Indonesia

Bagi kamu yang suka pelajaran sejarah, tentu tahu kapan lagu Indonesia Raya pertama kali dirilis oleh para pendiri bangsa. 

Sumpah Pemuda tak hanya mengikrarkan janji para pemuda untuk setia pada negara Indonesia, melainkan momentum kemantaban pemuda untuk membangun negara Indonesia dimana lagu kebangsaan pada saat itu telah diciptakan dan dinyanyikan bersama. 

Meski belum mencapai kemerdekaannya, namun para pemuda bertekad untuk Indonesia harus mencapai kemerdekaan melalui semangat lagu "Indonesia Raya". 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abdul Fattah

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US