The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Peneliti Menemukan Adanya Hubungan antara Manusia Modern dengan Neanderthal
Ilustrasi manusia Neanderthal. (photo/Ilustrasi/Dok. Wikipedia)
Fakta Dan Mitos

Peneliti Menemukan Adanya Hubungan antara Manusia Modern dengan Neanderthal

Jumat, 15 Januari 2021 14:25 WIB 15 Januari 2021, 14:25 WIB

INDOZONE.ID - Misteri mengenai nenek moyang Neanderthal kini semakin terungkap berkat penelitian terbaru para ilmuwan Universitas Princeton. Penelitian itu umumnya menggunakan kerterkaitan DNA pada manusia modern di luar Afrika. 

Namun, tim peneliti kali ini mengembangkan metode baru, IBDmix dalam menelusuri DNA Neanderthal dengan populasi manusia modern di Afrika maupun di luar Afrika. Terkait hal itu, wakil penelitian pimpinan itu, Lu Chan memberikan komentarnya.

“Kegiatan penelitian ini adalah pertama kalinya kami dapat mengetahui hubungan aktual dari leluhur Neanderthal di Afrika” ungkap Lu Chan. 

Metode IBDmix sendiri meneliti bagaimana DNA dari 2 individu yang berbeda memiliki keidentikkan yang sama. Hal itu karena individu tersebut memiliki leluhur yang sama. Di sisi lain, beberapa populasi di Afrika adalah hasil percampuran genom Neanderthal. 

Menggunakan DNA yang berbeda di tulang manusia purba, disertai dengan penemuan bahwa manusia modern di Asia, Eropa, dan Amerika mewarisi sekitar 2% DNA mereka dari Neanderthal, manusia modern dan Neanderthal terbukti telah kawin setelah manusia meninggalkan Afrika. 

“Aliran gen manusia ke Neanderthal melibatkan grup penyebaran awal dari Afrika yang terjadi sekitar 100.000 tahun yang lalu, sebelum bermigrasi keluar Afrika yang bertanggung jawab atas tersebarnya manusia modern di Eropa dan Asia,” ungkap para peneliti. 

Peneliti juga sampaikan, proses pencampuran kawin silang juga perkenalkan DNA Neanderthal pada manusia modern. Temuan tersebut menegaskan kembali bahwa hibridisasi antara manusia dan spesies yang berkaitan erat, merupakan bagian yang berulang dalam sejarah evolusi manusia.

Dalam penelitiannya, tim peneliti Princeton mengaku bahwa jumlah dari populasi Afrika yang dapat dianalisis terbatas. Mereka berharap metode baru dan temuan itu dapat mendorong lebih banyak penelitian lainnya mengenai leluhur Neanderthal di Afrika dan kawasan lainnya. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Ferry Andika
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US