The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Terungkap! Ini Pemicu Awal Pemanasan Global yang Sekarang Sedang Terjadi
Ilustrasi pemanasan global (Pixabay)
Fakta Dan Mitos

Terungkap! Ini Pemicu Awal Pemanasan Global yang Sekarang Sedang Terjadi

Selasa, 10 Mei 2022 15:59 WIB 10 Mei 2022, 15:59 WIB

INDOZONE.ID - Sekitar 252 juta tahun yang lalu, dunia telah mengalami periode pemanasan global yang begitu cepat. Dan ilmuwan telah berhasil mengungkapkan pemicu awalnya.

Dilansir Science Alert, para ilmuwan sebelumnya meyakini bahwa peristiwa meletusnya gunung berapi di wilayah yang sekarang disebut Siberia menjadi salah satu biang pemanasan global.

Letusan gunung tersebut telah memuntahkan sejumlah besar gas rumah kaca ke atmosfer. Akibatnya, suhu permukaan laut meningkat lebih dari 6-8 derajat dalam ratusan ribu tahun menjelang pencurahan Siberia.

Suhu meningkat lagi setelah itu, sedemikian rupa sehingga 85-95 persen dari semua spesies hidup akhirnya punah.

Para ilmuwan tetap penasaran untuk mencari tahu atau apa penyebab awal terjadi pemanasan global yang sekarang dapat kita rasakan.

Penelitian mengungkapkan bahwa bahwa gunung berapi purba Australia sendiri memainkan peran besar terhadap pemanasan global.

Sebelum peristiwa di Siberia, letusan dahsyat di utara New South Wales memuntahkan abu vulkanik melintasi pantai timur.

Letusan ini begitu besar sehingga memicu bencana iklim terbesar di dunia, buktinya sekarang tersembunyi jauh di dalam tumpukan sedimen tebal Australia.

Dalam penelitian itu, disebutkan bahwa Australia timur diguncang oleh "letusan super" berulang antara 256 dan 252 juta tahun yang lalu.

Letusan super itu berbeda dengan peristiwa Siberia yang lebih pasif. Letusan itu memuntahkan sejumlah besar abu dan gas ke atmosfer.

Hari ini buktinya dapat dilihat dalam lapisan abu vulkanik berwarna terang di batuan sedimen. Lapisan-lapisan ini ditemukan di wilayah yang luas di NSW dan Queensland, mulai dari Sydney hingga dekat Townsville.

Meskipun erosi telah menghilangkan banyak bukti, bebatuan yang sekarang tampak tidak berbahaya bisa menjadi catatan letusan. Ketebalan dan penyebaran abu yang dihasilkan konsisten dengan beberapa letusan gunung berapi terbesar yang diketahui.

Setidaknya 150.000 km³ material meletus dari gunung berapi NSW utara selama 4 juta tahun. Peristiwa itu mirip dengan supervolcano Yellowstone di Amerika Serikat dan Taupo di Selandia Baru.

Sebagai gambaran, letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M, yang melenyapkan kota Pompeii di Italia, hanya menghasilkan 3-4km³ batu dan abu. Dan letusan Gunung St Helens yang mematikan pada tahun 1980 sekitar 1km³.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
Nanda
M Fadli

M Fadli

Editor
Nanda

Nanda

Writer
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US