The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Peneliti Ini Berhasil Melakukan Eksperimen Baru, Merubah Air Murni Menjadi Logam!
Ilustrasi air murni. (photo/Ilustrasi/Pexels/julie aagaard)
Fakta Dan Mitos

Peneliti Ini Berhasil Melakukan Eksperimen Baru, Merubah Air Murni Menjadi Logam!

Jumat, 30 Juli 2021 13:52 WIB 30 Juli 2021, 13:52 WIB

INDOZONE.ID - Air murni merupakan isolator yang hampir sempurna. Air yang ditemukan di alam menghantarkan listrik, tapi itu dikarenakan kotoran di dalamnya yang larut menjadi ion bebas yang mungkinkan arus litrik mengalir. Air murni hanyalah menjadi "logam", pada tekanan yang sangat tinggi, di luar kemampuan kita untuk saat ini untuk berproduksi di laboratorium.

Tetapi, seperti yang ditunjukkan para peneliti untuk pertama kalinya, bukan hanya tekanan tinggi yang dapat menginduksi metalisasi ini dalam air murni. Dengan membawa air murni ke dalam kontak dengan logam alkali yang berbagi elektron. 
Konduktivitas yang dihasilkan hanya berlangsung beberapa detik, tetapi ini merupakan langkah signfiikan untuk dapat paham akan fase aie ini dengan mempelajarinya secara langsung. Melihat hal itu, fisikawan Robert Seidel memberikan komentarnya. 

"Anda dapat melihat transisi fase ke air metalik dengan mata telanjang!" ungkap fisikawan Robert Seidel dari Helmholtz-Zentrum Berlin für Materialien und Energie di Jerman. 

"Tetesan natrium-kalium keperakan menutupi dirinya dengan cahaya keemasan, yang sangat mengesankan." jelasnya. 

Di bawah tekanan yang cukup tinggi, hampir semua bahan secaca teoritis bisa menjadi konduktif. Idenya adalah bahwa jika kamu menekan atom bersama-sama dengan cukup erat, orbital elektron terluar akan mulai tumpang tindih, mungkinkan mereka untuk bergerak. Untuk air, tekanan ini sekitar 48 megabar, hanya berada di bawah 48 juta kali tekanan atmosfer Bumi di permukaan laut. 

Tim peneliti menemukan cara yang sangat bagus memecahkan masalah ini. Pada ruang vakum, tim memulai dengan ekstrusi dari nosel gumpalan kecil paduan natrium-kalum, yang cair di suhu kamar, dengan sangat hati-hati menambahkan lapisan tipis air murni menggunakan deposisi uap. Setelah kontak, elektron dan kation logam mengalir ke dalam air dari panduan. 

"Studi kami tidak hanya menunjukkan bahwa air logam memang dapat diproduksi di Bumi, tetapi juga mengkarakterisasi sifat spektroskopi yang terkait dengan kilau logam emasnya yang indah," kata Seidel .

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US