Bukan Sunda Empire, Ini Kerajaan di Tanah Pasundan yang Sebenarnya
Sunda Empire (Facebook/@Renny Khairanni Miller)
Fakta Dan Mitos

Bukan Sunda Empire, Ini Kerajaan di Tanah Pasundan yang Sebenarnya

Kerjaaan Sunda bagian dari Tarumanegara

Jumat, 17 Januari 2020 13:01 WIB 17 Januari 2020, 13:01 WIB

INDOZONE.ID - Setelah heboh Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, kini muncul Sunda Empire. Sesuai namanya, kelompok ini muncul di Jawa Barat.

Apabila Keraton Agung Sejagat menyebutkan diri sebagai kerajaan, Sunda Empire justru terlihat membuat negara baru. Di akun Facebook yang diunggah Renny Khairanni Miller, terlihat beberapa kegiatan yang dilakukan Sunda Empire. Terlihat ada foto Bendera Indonesia yang dimodifikasi, dengan tambahan gambar bintang di tengahnya.

"Sunda Empire - Earth Empire itu adalah kekaisaran matahari kekaisaran bumi."

Ada juga video yang diunggah di YouTube dengan akun @allianceinternational, pria yang bernama HRH Rangga yang mengaku sebagai Gubernur Jenderal Nusantara di Sunda Empire.

Menurutnya, nama Sunda di sini tidak diartikan sebagai suku Sunda. Tapi ini adalah proses turun-temurun kekaisaran, dari dinasti ke dinasti, dan saat ini dinasti Sundakala.

Lalu, seperti apa kerajaan di Tanah Pasundan yang sesungguhnya?

 Prasasti Ciaruteun: prasasti berpahatkan telapak kaki Sri Purnawarman yang laksana Dewa Wisnu (Kemendikbud.go.id)
Prasasti Ciaruteun: prasasti berpahatkan telapak kaki Sri Purnawarman yang laksana Dewa Wisnu (Kemendikbud.go.id)

Kerajaan Sunda

Kerajaan Sunda, kerajaan yang terletak di bagian Barat pulau Jawa, berdiri sekitar tahun 932 dan 1579 Masehi. Nama Sunda disebutkan dalam prasasti, naskah-naskah kuno, dan catatan sejarah.

Dari naskah penelitan berjudul Sejarah Sunda Pakuan Pajajaran yang ditulis Mang Kabayan, disebutkan Kerajaan Sunda merupakan pecahan dari Tarumanegara. Hal itu terlihat dari prasasti itu ditemukan di Pasir Muara, di tepi sawah, tidak jauh dari prasasti Telapak Gajah peninggalan Purnawarman.

"Ini sabdakalanda rakryan juru panga-mbat i kawihaji panyca pasagi marsa-n desa barpulihkan haji su-nda".

(Ini tanda ucapan Rakryan Juru Pengambat dalam tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi).

Sunda sebagai nama kerajaan tercatat dalam dua buah prasasti batu yang ditemukan di Bogor dan Sukabumi. Kehadiran Prasasti Jayabupati di daerah Cibadak, Sukabumi, sempat muncul dugaan bahwa Ibukota Kerajaan Sunda terletak di daerah itu.

Dari kerajaan Sunda itu, akhirnya muncul Kerajaan Pajajaran. Kerajaan Pajajaran ini dianggap sebagai salah satu kerajaan yang paling terkenal di Tanah Pasundan, dengan rajanya, Prabu Siliwangi. Hingga kini, namanya terus disebutkan dalam berbagai naskah.

Kereta Paksi Naga Liman dibuat tahun 1428 Masehi, kereta kencana Prabu Siliwangi tersimpan di Keraton Kanoman Cirebon (R.M.Arief Rahman)
Kereta Paksi Naga Liman dibuat tahun 1428 Masehi, kereta kencana Prabu Siliwangi tersimpan di Keraton Kanoman Cirebon (R.M.Arief Rahman)

Kerajaan Pajajaran dan Prabu Siliwangi

Pakuan Pajajaran atau Pakuan (Pakwan) atau Pajajaran adalah pusat pemerintahan Kerajaan Sunda, sebuah kerajaan yang selama beberapa abad (abad ke-7 hingga abad ke-16) pernah berdiri di wilayah barat pulau Jawa. Lokasi Pakuan Pajajaran diperkirakan berada di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Pakuan Pajajaran berarti pohon paku yang berjajar ("op rijen staande pakoe bomen"). Dituliskan oleh K.F. Holle (1869) dalam tulisan De Batoe Toelis te Buitenzorg (Batutulis di Bogor), Holle menyebutkan bahwa di dekat Kota Bogor terdapat kampung bernama Cipaku, beserta sungai yang memiliki nama yang sama.

Di sana banyak ditemukan pohon paku. Jadi menurut Holle, nama Pakuan ada kaitannya dengan kehadiran Cipaku dan pohon paku.

Dari Kerajaan Pajajaran ini, salah satu tokoh terkenalnya adalah Prabu Siliwangi yang bergelar Sri Baduga Maharaja. Dia berhasil menyatukan pecahan-pecahan kerajaan di Tanah Pasundan, membuat Kerajaan Pajajaran pada 1482.

Ada kepercayaan yang menyebutkan, Prabu Siliwangi bukan nama sebenarnya Raja Pajajaran. Saat itu, masyarakat percaya bahwa nama raja tidak boleh disebutkan sembarangan. Dalam naskah kuno, Wangsakerta pun menuliskan semua orang Jawa Barat yang menyebut Prabu Siliwangi sebagai Raja Pajajaran.

"Kawalya ta wwang Sunda lawan ika wwang Carbon mwang sakweh ira wwang Jawa Kulwan anyebuta Prabhu Siliwangi raja Pajajaran. Dadyeka dudu ngaran swaraga nira".

(Hanya orang Sunda dan orang Cirebon serta semua orang Jawa Barat yang menyebut Prabu Siliwangi raja Pajajaran. Jadi nama itu bukan nama pribadinya).

Meski begitu nama Prabu Siliwangi sudah sangat lekat di pikiran masyarakat, khususnya warga di sekitar Jawa Barat.


Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Desika Pemita

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US