The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mencari Kebenaran dari Kutukan Muntari ke Juventus di Liga Champions
Skuad Juventus (REUTERS/Ciro De Luca)
Fakta Dan Mitos

Mencari Kebenaran dari Kutukan Muntari ke Juventus di Liga Champions

Sabtu, 04 Februari 2023 08:25 WIB 04 Februari 2023, 08:25 WIB

INDOZONE.ID - Juventus sudah lebih dari 20 tahun tidak pernah lagi menjuarai Liga Champions. Banyak orang yang kemudian berpendapat bahwa Juventus sebetulnya dikutuk oleh mantan pemain AC Milan, Sulley Muntari. Namun, apakah benar demikian?

Rumor soal kutukan Muntari ini menyebar setelah laga AC Milan vs Juventus di matchday ke-25 Liga Italia 2011/2012. Dalam laga itu, Muntari sebetulnya mencetak gol ke gawang yang dikawal Gianluigi Buffon. Namun, gol tersebut dianulir oleh wasit Paolo Tagliavento.

Jika melihat tayangan ulang, bola sebenarnya sudah melewati garis gawang. Namun, Buffon berhasil menangkapnya dan segera membuang si kulit bundar. Karena hal tersebut, pertandingan pun berakhir imbang 1-1 dan Milan kehilangan kesempatan untuk menjuarai Liga Italia 2011/2012.

Muntari sadar kalau Buffon sebenarnya mengetahui bola sudah melewati garis gawang. Namun, Buffon tak mau mengakuinya. Bahkan setelah pertandingan, Buffon mengungkapkan pernyataan yang membuat Muntari semakin geram.

“Saya akan mengulangi kata-kata saya kembali. Meskipun saya tahu bola telah melewati garis gawang, maka saya tak akan mengatakan apa pun. Saya tak akan mengubur tim saya sendiri," terang Buffon kepada Sky Sport Italia kala itu.

Baca Juga: Fakta Menarik MU vs Nottingham Forest: Ten Hag Samai Rekor Fantastis Mourinho!

Sejak saat itu, muncullah anggapan bahwa Muntari telah mengutuk Buffon dan Juventus untuk tidak dapat menjuarai Liga Champions. Kebetulannya, Bianconeri memang selalu gagal juara Liga Champions sejak kejadian tersebut.

Kendati demikian, kutukan Muntari itu sebenarnya hanya cocoklogi dari fans. Muntari sendiri tidak pernah mengucapkan kata-kata kutukan. Ia hanya merasa kecewa karena pemain besar seperti Buffon tak mau mengakui kebenaran.

“Buffon dengan jelas melihat bola itu melewati garis gawang. Saya memang tidak memiliki idola di sepak bola, tapi saya pikir Buffon seorang juara yang mempunyai rasa sportivitas tinggi. Saya tahu jika bola sudah melewati garis gawang, tetapi dia (Buffon) juga mengetahuinya,” ujar Muntari.

Terakhir kali Juventus menjuarai Liga Champions adalah pada musim 1995/1996 alias 26 tahun lalu. Di musim 2022/2023 ini, Juventus bahkan gugur di babak penyisihan grup.

Baca Juga: Enzo Fernandez ke Chelsea, Transfer Paling Fantastis dalam Sejarah Liga Inggris

Berikut perjalanan Juventus di Liga Champions usai perseteruan dengan Sulley Muntari:

2012/2013: Juventus disingkirkan Bayern Munchen di perempat final

2013/2014: Juventus gugur di fase grup

2014/2015: Juventus dikalahkan Barcelona di partai final

2015/2016: Juventus disingkirkan Bayern Munchen di 16 besar

2016/2017: Juventus dikalahkan Real Madrid di partai final

2017/2018: Juventus disingkirkan Real Madrid di perempat final

2018/2019: Juventus disingkirkan Ajax di perempat final

2019/2020: Juventus disingkirkan Olympique Lyon di 16 besar

2020/2021: Juventus disingkirkan FC Porto di 16 besar

2021/2022: Juventus disingkirkan Villarreal di 16 besar

2022/2023: Juventus gugur di fase grup

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US