The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengenang Longsor Tenjolaya, Bencana yang Menimbun 1 Pabrik Teh hingga 50 Rumah Bedeng
Ilustrasi longsor. (Photo/Ilustrasi/Unsplash)
Fakta Dan Mitos

Mengenang Longsor Tenjolaya, Bencana yang Menimbun 1 Pabrik Teh hingga 50 Rumah Bedeng

Rabu, 23 Februari 2022 18:47 WIB 23 Februari 2022, 18:47 WIB

INDOZONE.ID - Bencana menjadi hal yang cukup mengkhawatirkan karena dapat merenggut apa saja. Termasuk bencana yang terjadi pada 23 Februari 2010 di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Bandung, Jawa Barat.

Akibat dampak banjir yang membuat ribuan orang mengungsi, puluhan pabrik tekstil lumpuh dan peristiwa longsor terjadi di kawasan perkebunan serta pabrik teh Desa Tenjolaya. Tercatat ada 70 buruh perkebunan yang diperkirakan hilang tertimbun.

Longsor yang terjadi di Desa Tenjolaya menelan tiga dari 15 RT di RW 18. Selain menimbun 50 rumah bedeng milik para buruh, longsor juga menimbun salah satu pabrik pengolahan teh, satu gedung olahraga, satu koperasi karyawan, satu puskesmas dan satu masjid.

Setidaknya, ada 500 hektar luas perkebunan yang tertelan longsor. Banyak korban yang hilang saat warga sedang beraktivitas. Jumlah korban akibat longsor mencapai 45 orang, terdiri dari 12 orang laki-laki, 21 perempuan, dan 12 anak-anak.

Baca juga: Kisah Raja Charles VIII, Pemimpin Prancis yang Meninggal Akibat Terbentur Kusen Pintu!

Data tersebut berdasarkan pengaduan dari masyarakat yang kehilangan anggota keluarga kepada posko penanganan bencana longsor. Sementara para korban selamat mengungsi ke berbagai tempat, di antaranya Desa Sugihmukti, Pasirjambu, Cisondari, dan Tenjolaya di Kecamatan Pasirjambu, dan juga di Desa Rancabali dan Rawabogo Kecamatan Ciwidey.

Tidak lama setelah bencana tersebut, pada 28 Februari 2010, Bupati Bandung yang dijabat oleh Obar Subarna mengambil keputusan untuk menghentikan pencarian dan akan membuat lokasi tertimbun longsor sebagai kuburan massal untuk para korban.

Tim evakuasi yang saat itu bekerja hanya berhasil menemukan jenazah eni bin Dahlan (24), Risma binti Suhimin (3), Ahmad Nuryadin (32) dan Lilis Suminar (30). Selebihnya, korban tidak dapat ditemukan dan atas kesepakatan masyarakat, evakuasi korban longsor dihentikan.

Kini, bencana longsor yang terjadi pada tahun 2010 tersebut menjadi cerita mendalam untuk para keluarga korban. Longsor yang menelan banyak buruh teh menjadi kisah hidup yang harus dikenang hingga sekarang.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
M. Rio Fani
M Fadli

M Fadli

Editor
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US