The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Penelitian Ini Ungkapkan Tingkat Depresi yang Lebih Rendah pada Kota Besar!
Depresi. (photo/Ilustrasi/Pexels/Andrea Piacquadio)
Fakta Dan Mitos

Penelitian Ini Ungkapkan Tingkat Depresi yang Lebih Rendah pada Kota Besar!

Kamis, 29 Juli 2021 13:48 WIB 29 Juli 2021, 13:48 WIB

INDOZONE.ID - Secara umum diasumsikan bahwa kota-kota merusak mental seseorang, tetapi terdapat penelitian empiris baru-baru ini yang mencakup beberapa kota di Amerika Serikat memprediksi bahwa tingkat depresi yang lebih rendah terjadi pada kota-kota besar. 

Penelitian ini diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. Para ahli yang terlibat pada penelitian mengatakan bahwa depresi adalah penyebab utama kecatatan global dan kerugian ekonomi terkait. 

Kota sendiri dikaitkan dengan peningkatkan risiko depresi. Di sini, mereka kembangkan teori matematika tentang bagaimana lingkungan perkotaan yang dibangun memengaruhi risiko akan depresi dan memprediksi tingkat depresi yang lebih rendah di kota-kota besar. 

Para peneliti mengatakan bahwa umumnya diasumsikan kota merusak kesehatan mental seseorang. Tetapi, bukti tetap tidak konsisten dan paling banyak, buat perbedan antara lingkungan pedesaan dan perkotaan secara keseluruhan. Di sini, mereka pun mengusulkan model depresi yang didorong oleh akumulasi pengalaman individu yang dimediasi oleh jejaring sosial. 

Anehnya, model ini memprediksi tingkat depresi yang lebih rendah di kota-kota besar,. Mereka mengonfirmasi bahwa prediksi ini untuk kota-kota Amerika Serikat pakai 4 kumpulan data independen. Hasil ini konsisten dengan perilaku lain yang terkait dengan jaringan sosial ekonomi yang lebih padat dan tunjukkan bahwa kota-kota besar menyediakan penyangga pada depresi. 

"Pendekatan ini memperkenalkan kerangka kerja sistematis untuk mengkonseptualisasikan dan memodelkan kesehatan mentaldalam jaringan fisik dan sosial yang kompleks, menghasilkan prediksi yang dapat diuji untuk determinan lingkungan dan sosial kesehatan mental juga berlaku untuk psikopatologi lainnya" ungkap para ilmuwan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US