The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Inisiatif Fatmawati Menjahit Bendera Merah Putih, Bantu Suami dalam Persiapan Kemerdekaan
Momen Fatmawati menjahit bendera Merah Putih. (Wikimedia)
Fakta Dan Mitos

Inisiatif Fatmawati Menjahit Bendera Merah Putih, Bantu Suami dalam Persiapan Kemerdekaan

Rabu, 17 Agustus 2022 00:25 WIB 17 Agustus 2022, 00:25 WIB

INDOZONE.ID - Nama Fatmawati tidak hanya dikenal sebagai Ibu Negara pertama Indonesia, melainkan jasanya dalam menjahit bendera Merah Putih yang dikibarkan dalam acara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rupanya bukan persoalan mudah dalam menjahit bendera Merah Putih yang kini dianggap sebagai bendera pusaka. Terdapat perjuangan yang dilakukan istri Soekarno ini dalam menjahit bendera yang akan dikibarkan saat proklamasi.

Baca Juga: Ternyata Ibu Negara Fatmawati "Anak Jaksel", Kondisi Rumahnya Nyaris Terbengkalai

Dikutip dari laman Kemensos, Fatmawati kala itu sedang hamil besar anak pertamanya, Guntur Soekarnoputra. Saat itu Fatmawati mendengar salah seorang yang datang kerumahnya berteriak jika bendera Merah Putih belum ada.

Diperkirakan orang tersebut adalah golongan tua saat golongan muda mendesak Kemerdekaan Republik Indonesia untuk segera mungkin dilaksanakan.

Mendengar ungkapan tersebut, tanpa berpikir panjang Fatmawati mengambil alat jahit tangan untuk segera menjahit dua kain menjadi satu. Bendera Merah Putih berukuran 2x3 meter dijahit oleh Fatmawati di ruang makan dengan harapan kelak dapat digunakan untuk keperluan bangsanya.

Sambil menitihkan air mata, Fatmawati berusaha keras menggunakan tangannya untuk menyelesaikan jahitan bendera tersebut. Bukan tidak ada mesin jahit, namun mengingat kehamilannya yang sudah memasuki 9 bulan tidak memungkinkan dirinya menggunakan alat tersebut.

Fatmawati baru menyelesaikan jahitan bendera Merah Putih itu dalam waktu dua hari. Bendera Merah Putih berukuran 2x3 meter pun untuk  pertama kalinya dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Bertahun-tahun bendera Sang Saka yang dijahit oleh Fatmawati ini dikibarkan dalam upacara kenegaraan. Sampai akhirnya bendera tersebut digantikan oleh duplikatnya mengingat usianya yang sudah tua.

Untuk menjaga keutuhannya, Sang Dwiwarna selanjutnya difungsikan sebagai Bendera Pusaka dan disimpan di tempat terhormat di Monumen Nasional.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Abdul Fattah

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US