The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pesawat Luar Angkasa Menabrak Asteroid Selebar 160 Meter, Uji Coba Hadapi Serangan Meteor
Ilustrasi Dart menabrak Asteroid. (NASA)
Fakta Dan Mitos

Pesawat Luar Angkasa Menabrak Asteroid Selebar 160 Meter, Uji Coba Hadapi Serangan Meteor

Milik NASA.

Rabu, 28 September 2022 10:24 WIB 28 September 2022, 10:24 WIB

INDOZONE.ID - Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA belakangan mengonfirmasi jika pesawat luar angkasa mereka telah menabrak asteroid. Pesawat yang diberi nama Dart tersebut, telah menabrak asteroid selebar 160 meter.

Rupanya bukan hal yang tak terduga melainkan tabrakan ini menjadi sebuah uji coba menghadapi serangan meteor di masa mendatang.

Baca Juga: NASA Batalkan Lagi Peluncuran Misi Artemis I, Kali Ini Alasannya karena Badai

Dikutip dari LiveScience, tabrakan itu disengaja dan dirancang untuk menguji apakah batuan luar angkasa yang mungkin mengancam Bumi dapat disingkirkan dengan aman.

Dart bergerak dengan kecepatan relatif 22.000 kilometer per jam yang kemudian menabrak sebuah asteroid yang dinamakan Didymos. Tabrakan ini menghasilkan pesawat luar angkasa tersebut mampu bertahan dan tidak hancur diterpa bebatuan luar angkasa tersebut.

Survei langit telah mengidentifikasi lebih dari 95% asteroid monster yang dapat memulai kepunahan global jika mereka bertabrakan dengan Bumi. Untungnya, jalur mereka telah dihitung dan mereka tidak akan mendekati planet kita.

Cara ini menjadi strategi NASA untuk menghadapi ancaman yang berasa dari luar angkasa untuk kehidupan di Bumi kedepannya. Berdasarkan penelitian, ada batu di luar sana yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi kehidupan manusia di Bumi.

Baca Juga: Puncak Hujan Meteor Perseid, Diprediksi Bakal Terjadi 13-14 Agustus di Langit Indonesia!

Meski Didymos dianggap tidak terlalu memberikan efek yang sangat berbahaya, namun masih tersisa banyak objek kecil lain yang sejauh ini tidak terdeteksi yang dapat menciptakan malapetaka, jika hanya pada skala regional atau kota.

Sebuah objek skala Didymos misalnya jatuh ke Bumi akan menimbulkan kawah yang mungkin berdiameter 1 kilometer dan kedalaman beberapa ratus meter. Kerusakan di sekitar dampak akan sangat kuat. Oleh karena itu muncul keinginan dari para ilmuwan untuk melihat apakah asteroid dapat didorong menjadi sedikit lebih lambat atau lebih cepat.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina Agustina
Abdul Fattah
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US