Gladiator Wanita, Petarung di masa Kekaisaran Romawi yang Dianggap Pemberontak
Ilustrasi gladiator . (wikibooks.org)
Fakta Dan Mitos

Gladiator Wanita, Petarung di masa Kekaisaran Romawi yang Dianggap Pemberontak

Rabu, 18 Maret 2020 20:00 WIB 18 Maret 2020, 20:00 WIB

INDOZONE.ID - Gladiator adalah sebutan untuk para petarung bersenjata yang melakukan pertarungan untuk menghibur para penonton di masa Kekaisaran Romawi. 

Sebagian besar gladiator dianggap rendah seperti budak dan terasing dari sosial. Para gladiator umumnya adalah kaum laki-laki namun para wanita juga menjadi gladiator yang ikut bertarung di Colosseum. 

Menjadi gladiator bagi wanita adalah salah satu jalan untuk mendapat penghasilan agar mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada suami atau ayah mereka. 

Aulus Cornelius Celsus, seorang penyusun ensiklopedia kedokteran Romawi Kuno menuliskan bahwa gladiator wanita dianggap sebagai ancaman bagi peran kaum pria dalam masyarakat. 

Celcus sendiri menilai wanita yang memilih menjadi gladiator berarti memberontak terhadap masyarakat.

Para gladiator wanita ini bertarung dalam keadaan hampir telanjang hingga terkadang statusnya tak berbeda dengan pekerja seks. 

Sebuah patung yang diperkirakan berusia 2.000 tahun juga mendukung gambaran gladiator wanita di era Kerajaan Romawi. 

Patung perunggu gladiator wanita di museum Jerman.
Patung perunggu gladiator wanita di museum Jerman. (viralpics.win)

Patung gladiator wanita bertelanjang dada dan hanya mengenakan pengaman di lutut kiri. Rambutnya panjang, dengan tangan mengepal ke atas.

Kaum wanita diketahui tidak boleh lagi bertarung sebagai gladiator sejak 200 M berdasarkan larangan oleh Kaisar Septimius. Kaum wanita yang terlahir merdeka tidak lagi diizinkan menjadi gladiator.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zal
Reka
Zal

Zal

Editor
Reka

Reka

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US