The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mitos Babi Ngepet, Cara Cepat Kaya dengan Instan Tanpa Harus Bekerja
Ilustrasi babi. (Freepik)
Fakta Dan Mitos

Mitos Babi Ngepet, Cara Cepat Kaya dengan Instan Tanpa Harus Bekerja

Kamis, 20 Januari 2022 19:00 WIB 20 Januari 2022, 19:00 WIB

INDOZONE.ID - Siapa sih yang tidak ingin kaya? Semua orang tentu menginginkan hal tersebut karena dirasa mampu menjadi jalan untuk meraih kebahagiaan. Tak jarang banyak orang melakukan berbagai cara untuk menjadi orang kaya.

Jika disebutkan usaha untuk menjadi kaya secara instan, tentu istilah 'babi ngepet' tak bisa terelakkan. Sebab usaha haram tersebut dirasa-rasa mampu memberikan kekayaan tanpa harus membuat seseorang bekerja keras.

Namun, benarkah adanya 'babi ngepet'?

Terlepas dari benar atau tidaknya, istilah babi ngepet diartikan oleh Wikipedia sebagai siluman babi untuk pesugihan dalam legenda masyarakat Indonesia. Mitos ini pertama kali berasal dari Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur.

Baca Juga: Penyebab Kaca Pecah Sendiri dan Mitos-Mitos yang Mengikutinya, Pertanda Ada Kematian?

Mitos menceritakan bahwa tindakan pesugihan ini dilakukan hanya pada malam hari tertentu dan oleh dua orang, biasanya sepasang suami istri. Suami sebagai tuan yang akan menjadi babi dan istri sebagai pembantunya.

Tindakan ini didahului dengan puasa beberapa hari sebelumnya yang disertai dengan sesaji yang terdiri atas kembang setaman, minyak wangi, kopi pahit, jajan pasar, kemenyan atau setanggi dan darah ayam cemani. Serta dilengkapi dengan baskom berisi air yang di tengahnya ditaruh sebatang lilin atau lampu minyak kecil.

Babi ngepet ini kemudian akan keliling kampung dengan hati-hati agar tidak terlihat orang untuk mencuri. Hanya dengan menggesekkan tubuhnya ke dinding rumah, maka uang dan perhiasan pemilik rumah secara ajaib akan terambil.

Sebelum fajar datang, Si babi ngepet akan pulang ke rumah dan berubah bentuk kembali menjadi manusia, dengan kain hitamnya terisi uang dan perhiasan yang dicuri.

Asal mula dan ritual

Diceritakan dulunya, pelaku yang ingin menguasai ilmu hitam pesugihan bersama istrinya datang ke gunung untuk menemui kuncen. Hal ini menjadi tradisi bagi orang-orang yang ingin melakukan babi ngepet.

Setelah menyerahkan sesajen dan uang mahar serta menyatakan siap untuk menanggung segala akibatnya, kuncen pun mempertemukan mereka dengan siluman babi.

Pelaku tersebut kemudian akan membuat perjanjian tumbal nyawa dari kerabat dekat yang disayangi, biasanya anaknya sendiri. Jika janji ini tidak dipenuhi, maka nyawa si pelaku sendiri yang akan menjadi gantinya. Setelah itu si pelaku akan memakan kotoran dari siluman babi lalu kuncen akan memberikan petunjuk serta alat kerja berupa sebuah kain hitam ghaib.

Guru Besar Pendidikan Bahasa Jawa pada Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Suwardi Endraswara, dalam buku 'Dunia Hantu Orang Jawa' memaparkan mitos setempat ini sebagai penjelmaan dari seseorang yang menggunakan ilmu hitam pesugihan dengan cara mengubah dirinya untuk sementara menjadi babi siluman sehingga dapat dengan mudah melakukan pencurian.

Asian Folklore Studies terbitan Asian Folklore Institute memaparkan bahwa konsep perubahan manusia ke binatang ini bahkan serupa dengan konsep werewolf di negara Barat.

TAG
M Fadli
Abdul Fattah
M Fadli

M Fadli

Editor
JOIN US
JOIN US