Fakta dan Mitos Tentang Malam Jumat Kliwon Yang Kamu Harus Tau
ilustrasi/practical parenting
Fakta Dan Mitos

Fakta dan Mitos Tentang Malam Jumat Kliwon Yang Kamu Harus Tau

Putri
Jumat, 13 September 2019 16:45 WIB 13 September 2019, 16:45 WIB

INDOZONE.ID - Bukan hanya malam Minggu dan malam Kamis, Indonesia juga mengenal yang namanya malam Jumat Kliwon, khususnya masyarakat Jawa. Banyak masyarakat yang menyangkut pautkan malam tersebut dengan malam horor.

Saking horornya, sebagian orang tua terkadang melarang anak-anaknya untuk keluar rumah saat malam Jumat Kliwon. Lantas apa sih yang membuat malam Jumat kliwon menjadi menakutkan dan berbeda dengan malam-malam lainnya? Yuk simak informasi fakta dan mitos tentang Jumat Kliwon berikut ini.

1. Banyak hantu berkeliaran

hantu
ilustrasi/nextshark

Sudah menjadi rahasia umum lagi, kalau malam Jumat Kliwon dianggap sebagai malamnya hantu-hantu berkeliaran. Banyak sekali orang-orang yang melakukan ritual di malam Jumat untuk meminimalisir gangguan makhluk halus.

2. Orang yang meninggal saat malam Jumat kliwon harus dijaga selama 40 hari

kuburan
ilustrasi/al jazeera america

Masyarakat Jawa percaya bahwa orang yang meninggal saat malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon maka kuburannya harus dijaga selama 40 hari agar jasadnya tidak dicuri oleh orang yang sedang mengamalkan ilmu hitam.

3. Meninggal saat malam Jumat kliwon dianggap baik

mayat
ilustrasi/Amrillo college

Bukan hanya dalam masyarakat Jawa, tapi juga umat muslim menganggap bahwa meninggal saat malam Jumat Kliwon dianggap baik. Mereka meyakini bahwa orang yang meninggal di malam Jumat adalah salah satu tanda dari khusnul khotimah.

4. Malam pengiriman santet dan teluh

santet
ilustrasi/pixabay

Para dukun dan ahli santet percaya bahwa malam Jumat Kliwon adalah waktu yaang tepat untuk mengirimkan santet kepada orang yang dituju.

5. Kembalinya arwah ke rumah

arwah
ilustrasi/practical parenting

Orang yang sudah meninggal dipercaya diberi kesempatan untuk pulang ke rumah pada malam Jumat Kliwon. Inilah yang membuat masyarakat Jawa mengadakan kebiasaan "penyambutan". Penyambutan ini biasanya dilakukan dengan memasang sandingan atau semacam sesaji berupa makanan favorit almarhum.

    TAG
    Editor Media
    Editor Media

    Putri

    Editor
    TERKAIT DENGAN INI
    ARTIKEL LAINNYA
    LOAD MORE