Ragam Festival Kebudayaan Unik Masyarakat Tionghoa
Ilustrasi festival budaya masyarakat Tionghoa (cnpinyin.com)
Fakta Dan Mitos

Ragam Festival Kebudayaan Unik Masyarakat Tionghoa

Kamis, 16 Januari 2020 11:38 WIB 16 Januari 2020, 11:38 WIB

INDOZONE.ID - Dari sekian banyak etnis, Tionghoa termasuk etnis dengan populasi relatif besar di Indonesia.

Hal itu tidak terlepas dari perkembangan politik dan proses diaspora yang berlangsung berabad-abad lamanya.

Bukan cuma di Indonesia, budaya etnis Tionghoa pun sudah terbesar ke berbagai penjuru dunia.

Maka tak heran, jika etnis Tionghoa punya andil cukup besar pada pembentukan sejarah dan kebudayaan Asia Tenggara.

Ragam Festival Budaya Masyarakat Tionghoa

Jika dilihat dari beberapa tradisinya, budaya Tionghoa sedikit banyaknya berakulturasi dengan kebudayaan Indonesia.

Terbukti dari beberapa festival budaya masyarakat Tionghoa yang setiap tahun digelar semarak di Tanah Air.

Kira-kira, ada festival apa saja ya?

Simak ulasan berikut ini, dirangkum Indozone dari berbagai sumber:

1. Festival Tahun Baru Imlek (Chun Jie)
 

Festival Budaya Tionghoa Tahun Baru Imlek
Ilustrasi perayaan Festival Tahun Baru Imlek (Pinterest/Afroaustralians)

Imlek berasal dari dialek Hokkia yaitu Im (bulan) dan Lek (penanggalan). Jadi, Imlek artinya kalender bulan.

Dalam bahasa Mandarin, Imlek dikenal dengan sebutan 'Nongli Xinnian'.Tahun Baru Imlek juga disebut Chun Jie atau Festival Musim Semi.

Bagi masyarakat Tionghoa, Tahun Baru Imlek adalah momen penting dan paling ditunggu-tunggu setiap tahun.

Beragam pernak-pernik dan ornamen khas Imlek dapat dilihat di setiap sudut ruang publik.

Tradisi bagi-bagi angpao, pesta kembang api, dan pertunjukan barongsai pun dapat disaksikan oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

2. Festival Cap Go Meh (Yuan Xiao)
 

Festival budaya Tionghoa Cap Go Meh Yuan Xiao
Ilustrasi perayaan Festival Cap Go Meh (pegipegi.com)

Kalau Imlek sudah tiba, maka erat kaitannya dengan perayaan Cap Go Meh atau festival Yuan Xiao.

Cap Go Meh biasa digelar pada malam hari ke-15 bulan pertama menurut penanggalan Imlek atau hari terakhir Tahun Baru Imlek.

Sama seperti Imlek, Cap Go Meh dirayakan meriah di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Ada ragam atraksi yang bisa disaksikan langsung, mulai dari barongsai hingga seni bela diri yang menantang.

Beberapa kota di Tanah Air seperti Jakarta, Manado, dan Singkawang, memeriahkan Cap Go Meh dengan atraksi 'lok thung' atau 'thang sin'.

3. Festival Ceng Beng (Qing Ming)
 

Festival budaya Tionghoa Ceng Beng Qing Ming
Ilustrasi perayaan Festival Ceng Beng/Qing Ming (pegipegi.com/Nely Hotono)

Festival Qingming atau Ceng Beng (bahasa Hokkian) adalah ritual ziarah kubur dan bersembahyang ke makam leluhur.

Masyarakat Tionghoa juga membawa beberapa persembahan berupa makanan (buah-buahan dan kue), serta karangan bunga.

Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada keluarga atau kerabat yang telah meninggal.

Di Tiongkok, hari Festival Ceng Beng dijadikan sebagai hari libur nasional, begitu juga di Hong Kong, Macau, dan Taiwan.

Penyebutan Festival Qing Ming di Korea dikenal dengan Hansik.

4. Festival Peh Cun (Duan Wu)
 

Festival budaya Tionghoa Peh Cun Duan Wu
Ilustrasi Festival Peh Cun atau Duan Wu di Macau (Wikipedia)

Salah satu festival budaya masyarakat Tionghoa yang tak kalah penting adalah Festival Peh Cun atau Duan Wu Jie.

Duan Wu adalah sebuah perayaan untuk mengenang patriot Qu Yuan yang mati bunuh diri karena kesetiannya pada Negara Chu.

Berasal dari dialek Hokkian, Peh Cun artinya mendayung perahu. Festival ini sudah ada sejak 2000 tahun yang lalu.

Di Indonesia, Festival Peh Cun biasa dirayakan dengan makan Bak Chang dan perlombaan dayung perahu naga.

Sementara itu, ada tradisi mandi tengah hari yang hanya dilakukan oleh masyarakat Tionghoa dari Fujian, Guangdong, dan Taiwan.

5. Festival Qi Xi
 

Festival Qi Xi budaya masyarakat Tionghoa
Ilustrasi Festival Qi Xi (prnewswire.com)

Festival Qi Xi (Qi Qiao) merupakan festival romantis atau hari kasih sayang dalam tradisi kebudayaan orang Tionghoa.

Biasanya, Festival Qi Xi jatuh setiap tanggal 7 bulan 7 berdasarkan penanggalan Tionghoa.

Setiap tahun, Qi Xi diadakan untuk memperingati kisah cinta seorang pria pengembala bernama Niu Lang dan Zhi Nu si gadis penenun.

Menurut cerita yang dipercaya masyarakat, Niu Lang dan Zhi Nu hanya dapat bertemu sekali dalam setahun.

Menariknya, pada malam festival ini, gadis-gadis muda akan berdoa agar mendapatkan suami yang setia dan mencintainya.

6. Festival Chong Yang
 

Festival Chong Yang budaya Tionghoa
Ilustrasi Festival Chong Yang (cnpinyin.com)

Berikutnya, Festival Chong Yang atau Kaw-kaw (bahasa Hokkian) yang berarti 'panjang umur'.

Jatuh pada tanggal 9 bulan 9 penanggalan Imlek, Festival Chong Yang dirayakan sebagai Hari Lansia (Lanjut Usia).

Berdasarkan Kitab I Ching, angka 9 memiliki makna positif dengan bunyi seperti 'Jiu-jiu' (artinya lama-lama).

Karena itulah, festival budaya Tionghoa yang juga disebut 'Double Ninth Festival' ini sering dikaitkan dengan umur panjang.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Rizka
Rizka

Rizka

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU