The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

5 Fakta Aliran Syiah yang Berbeda dengan Islam Sunni, Hari Asyura Dianggap Paling Suci
Warga Muslim Syiah mencambuk tubuh sendiri dengan rantai besi untuk memperingati Asyura, di Kerbala, Irak, 29 Agustus 2020. Bagi Muslim Syiah, Asyura merupakan hari paling suci. (REUTERS/Abdullah Dhiaa Al-Deen)
Fakta Dan Mitos

5 Fakta Aliran Syiah yang Berbeda dengan Islam Sunni, Hari Asyura Dianggap Paling Suci

Senin, 23 Mei 2022 16:01 WIB 23 Mei 2022, 16:01 WIB

INDOZONE.ID - Dalam beberapa hari terakhir, publik banyak mencari tahu tentang aliran Syiah, yang kerap dipertentangkan dengan aliran Sunni.

Sebagaimana di agama-agama atau kepercayaan teisme lainnya yang memiliki banyak aliran, Syiah adalah salah satu aliran agama atau sekte dalam Islam.

Berikut lima perbedaan aliran Syiah dengan Sunni.

1. Hari Asyura Dianggap Hari Paling Suci

Yang paling mendasari ajaran Syiah adalah keyakinan bahwa Nabi Muhammad menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai penggantinya dan Imam (khalifah) setelahnya. Penganut aliran Syiah tidak mempercayai kepemimpinan Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan yang dianut oleh kaum Sunni.

Dalam aliran Syiah, hari Asyura dianggap sebagai hari paling suci. Hari Asyura adalah hari ke-10 pada bulan Muharram dalam Kalender Hijriyah, yang berarti 'kesepuluh'. Hari ini menjadi terkenal karena bagi kalangan umat Syi'ah dan sebagian Sufi merupakan hari berkabung atas kesyahidan Husain bin Ali, cucu dari Nabi Islam Muhammad pada Pertempuran Karbala tahun 61 H.

Penampilan teater para warga Muslim Syiah untuk memperingati Hari Asyura di Najaf, Irak, 30 Agustus 2020. Mereka menampilkan adegan pertempuran Karbala pada abad ke-7. (REUTERS/Alaa Al-Marjani)
Penampilan teatrikal para warga Muslim Syiah untuk memperingati Hari Asyura di Najaf, Irak, 30 Agustus 2020. Mereka menampilkan adegan pertempuran Karbala pada abad ke-7. (REUTERS/Alaa Al-Marjani)

2. Keyakinan terhadap Nabi Muhammad

Kaum Islam Sunni sendiri meyakini bahwa Muhammad tidak menunjuk seorang penerus secara langsung dan menganggap Abu Bakar sebagai khalifah melalui syura (yaitu konsensus komunitas di Saqifah) untuk menjadi khalifah sah pertama setelah Nabi Muhammad.

Berbeda dengan tiga khalifah Rasyidin pertama, Ali berasal dari klan yang sama dengan Muhammad, Bani Hasyim, juga menjadi sepupu nabi dan menjadi laki-laki pertama yang menjadi muslim, demikian dikutip dari wikipedia.

Penganut Syiah biasa dipanggil Syiah Ali, Syiah; atau Syiya'an (jamak); Syi'i atau Syi'ite (tunggal).

Pada akhir 2000-an, Syi'i mencakup 10-15 persen populasi muslim di dunia. Syiah 12 Imam (Ithn?'ashariyyah) adalah cabang terbesar Syiah, dengan perkiraan 85 persen Syi'i merupakan pengikut Syiah 12 Imam pada tahun 2012.

Pada umumnya, Syiah menolak kepemimpinan dari tiga Khalifah pertama. Madzhab Syiah Zaidiyyah termasuk Syiah yang tidak menolak kepemimpinan tiga Khalifah sebelum Ali bin Abi Thalib.

3. Mengagungkan Ali bin Abi Thalib

Syiah percaya bahwa keluarga Muhammad (yaitu para Imam Syiah) adalah sumber pengetahuan terbaik tentang Qur'an dan Islam, guru terbaik tentang Islam setelah Nabi Muhammad, dan pembawa serta penjaga tepercaya dari tradisi Sunnah.

Secara khusus, Syi'i berpendapat bahwa Ali bin Abi Thalib, yaitu sepupu dan menantu Muhammad dan kepala keluarga Ahlul Bait, adalah penerus kekhalifahan setelah Nabi Muhammad, yang berbeda dengan khalifah lainnya yang diakui oleh Sunni. Menurut keyakinan Syiah, Ali berkedudukan sebagai khalifah dan imam melalui washiat Nabi Muhammad.

Perbedaan antara pengikut Ahlul Bait dan Ahlus Sunnah menjadikan perbedaan pandangan yang tajam antara Syiah dan Sunni dalam penafsiran Al-Qur'an, Hadits, mengenai Sahabat, dan hal-hal lainnya. Sebagai contoh perawi Hadits dari Syi'i berpusat pada perawi dari Ahlul Bait, sementara yang lainnya seperti Abu Hurairah tidak dipergunakan.

Tanpa memperhatikan perbedaan tentang khalifah, Syiah mengakui otoritas Imam Syiah (juga dikenal dengan Khalifah Ilahi) sebagai pemegang otoritas agama, walaupun sekte-sekte dalam Syiah berbeda dalam siapa pengganti para Imam dan Imam saat ini.

4. Doktrin dalam Syiah

Dalam Syiah, ada Ushulud-din (perkara pokok dalam agama) dan Furu'ud-din (perkara cabang dalam agama). Syiah memiliki lima perkara pokok atau rukun Islam, yaitu:

1. Tauhid, bahwa Tuhan adalah Maha Esa.
2. Al-‘Adl, bahwa Tuhan adalah Mahaadil.
3. An-Nubuwwah, bahwa kepercayaan Syiah meyakini keberadaan para nabi sebagai pembawa berita dari Tuhan kepada umat manusia.
4. Al-Imamah, bahwa Syiah meyakini adanya imam yang senantiasa memimpin umat sebagai penerus risalah kenabian.
5. Al-Ma'ad, bahwa akan terjadinya Hari Kebangkitan

Dalam perkara kenabian, Syiah berkeyakinan bahwa:

1. Jumlah nabi dan rasul Tuhan adalah 124.000.
2. Nabi dan rasul terakhir ialah Nabi Muhammad.
3. Nabi Muhammad adalah suci dari segala aib dan tanpa cacat sedikitpun. Dia adalah nabi yang paling utama dari seluruh nabi yang pernah diutus Tuhan.
4. Ahlul-Bait Nabi Muhammad, yaitu Imam Ali, Sayyidah Fatimah, Imam Hasan, Imam Husain dan 9 Imam dari keturunan Imam Husain adalah manusia-manusia suci sebagaimana Nabi Muhammad.
5. Al-Qur'an adalah mukjizat kekal Nabi Muhammad.

5. Sekte 12 Imam

Sekter Syiah paling dominan adalah sekte 12 Imam. Disebut juga Imamiyyah atau Itsna 'Asyariah (Dua Belas Imam) karena mereka percaya bahwa yang berhak memimpin kaum Muslim hanyalah para Imam dari Ahlul-Bait, dan mereka meyakini adanya dua belas Imam. Aliran ini adalah yang terbesar di dalam Syiah. Urutan Imamnya adalah:

1. Ali bin Abi Thalib (600–661), juga dikenal dengan Amirul Mukminin
2. Hasan bin Ali (625–669), juga dikenal dengan Hasan al-Mujtaba
3. Husain bin Ali (626–680), juga dikenal dengan Husain asy-Syahid
4. Ali bin Husain (658–713), juga dikenal dengan Ali Zainal Abidin
5. Muhammad bin Ali (676–743), juga dikenal dengan Muhammad al-Baqir
6. Jafar bin Muhammad (703–765), juga dikenal dengan Ja'far ash-Shadiq
7. Musa bin Ja'far (745–799), juga dikenal dengan Musa al-Kadzim
8. Ali bin Musa (765–818), juga dikenal dengan Ali ar-Ridha
9. Muhammad bin Ali (810–835), juga dikenal dengan Muhammad al-Jawad atau Muhammad at Taqi
10. Ali bin Muhammad (827–868), juga dikenal dengan Ali al-Hadi
11. Hasan bin Ali (846–874), juga dikenal dengan Hasan al-Askari
12. Muhammad bin Hasan (868—), juga dikenal dengan Muhammad al-Mahdi

Selain sekter 12 Imam, ada juga beberapa sekte lain dalam aliran Syiah, seperti 
Zaidiyyah dan Ismailiyyah.

Artikel Menarik Lainnya:

Berkunjung ke Irak, Paus Fransiskus Ucapkan Terima Kasih Kepada Tokoh Islam Syiah

Masjid Syiah di Afghanistan Dibom, 50 Orang Tewas Puluhan Lainnya Terluka, Ulah ISIS?

32 Orang Tewas saat Ledakan Terjadi di Masjid Syiah Afghanistan

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US