The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ratusan Tahun Sebelum Tragedi Maut Aremania, Kanjuruhan Aman di Bawah Kuasa Gajayana
Candi Badut peninggalan Kerajaan Kanjuruhan (Dok. Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur)
Fakta Dan Mitos

Ratusan Tahun Sebelum Tragedi Maut Aremania, Kanjuruhan Aman di Bawah Kuasa Gajayana

Berdiri pada abad ke-7 M.

Kamis, 06 Oktober 2022 12:04 WIB 06 Oktober 2022, 12:04 WIB

INDOZONE.ID - Tragedi maut di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter Arema FC (Aremania) telah meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia.

Insiden itu telah menjadi saksi bisu, kecelakaan terparah sepanjang sejarah sepak bola bangsa.

Namun, di balik peristiwa kelam itu, Kanjuruhan pernah menjadi tempat yang aman di masa lalu.

Disebutkan dalam jurnal Pancaran ‘Kajian Historis tentang Candi Badut di Kota Malang’ yang ditulis Rully Dwi Oktavianto, Kanjuruhan pernah begitu aman damai di bawah kekuasaan seorang raja bernama Gajayana.

Saat itu Kanjuruhan berkembang pesat sebagai sebuah kerjaan di Malang.

Baca juga: Heboh Video Angker di Stadion Kanjuruhan, Benarkah Ada Suara Tangis & Orang Minta Tolong?

Kerajaan ini diperkirakan telah ada sekitar abad ke-7 M yang berpusat di Dinoyo, sebelah barat Kota Batu hari ini. 

Dari bukti peninggalan situs arkeologis, Kerajaan Kanjuruhan meninggalkan Prasasti Dinoyo yang diperkirakan ditulis sekitar tahun 760 M. 

Selain itu ada juga Candi Badut yang reruntuhan candinya sempat dinyatakan hilang dari publik sepanjang kejatuhannya sampai dengan abad ke-20. 

Keagungan Gajayana

Candi Badut (Dok. Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur)
Candi Badut (Dok. Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur)

Dalam Prasasti Dinoyo diceritakan betapa agungnya Gajayana. Dia merupakan putra Dewashima yang menjaga singgasananya dengan api. 

Dalam banyak prasasti juga dituliskan bahwa Gajayana merupakan sosok raja yang dicintai, baik oleh rakyatnya maupun para dewa-dewi.

Rakyatnya percaya bahwa Dewashima telah melahirkan putranya (Gajayana) yang dicintai para dewa.

Gajayana menikahi putri desa Kanjuruhan bernama Dewi Setrawati lalu mendirikan istananya, salah satunya adalah Candi Badut.

Dia memerintah dengan bijaksana dan memusatkan seluruh kekuatannya di Kanjuruhan.

Baca juga: Ditembakkan saat Tragedi Kanjuruhan, Gas Air Mata Ternyata Senjata Kimia di Perang Dunia I

Kepemimpinannya yang baik atas rakyatnya, ditambah dengan kepercayaan rakyatnya tentang Gajayana sebagai titisan dewa, membuat kondisi politik Kanjuruhan stabil dan jauh dari huru-hara. 

Hal inilah yang membuat Kanjuruhan menjadi kerajaan yang aman dan tentram di bawah kuasa Gajayana.
    
 


Artikel Menarik Lainnya


TAG
Fahrizal Daulay
Anisa Rizwani
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US