The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Baju Jirah Unik Dilapisi 5 Ribu Sisik Kulit, 2.500 Tahun Terkubur di Makam Tentara
Pemakaman Yanghai di barat laut Cina, dengan pelindung sisik kulit dilingkari merah. (Sumber: Dongliang Xu/Museum Turfan)
Fakta Dan Mitos

Baju Jirah Unik Dilapisi 5 Ribu Sisik Kulit, 2.500 Tahun Terkubur di Makam Tentara

Jumat, 21 Januari 2022 20:28 WIB 21 Januari 2022, 20:28 WIB

INDOZONE.ID - Sebuah makam kuno seorang tentara yang diprediksi berasal dari 2.500 tahun yang lalu ditemukan di Barat Laut China.

Pria itu dimakamkan bersama dengan baju jirah kebanggaannya. Baju jirah itu cukup unik karena terdiri dari 5 ribu sisik kulit seperti sisik ikan yang begitu rumit.

Armor, yang menyerupai rompi seperti celemek, dapat dikenakan dengan cepat tanpa bantuan orang lain.

"Ini adalah pakaian pertahanan satu ukuran untuk semua yang ringan dan sangat efisien untuk tentara tentara massal," kata pemimpin peneliti studi Patrick Wertmann, seorang peneliti di Institut Studi Asia dan Oriental dari Universitas Zurich.

Tim menyebutnya sebagai contoh awal sebagai baju besi buatan, atau mengambil inspirasi dari alam untuk teknologi manusia.

Dalam hal ini, sisik kulit yang dibuat tumpang tindih seperti sisik ikan.

"Memperkuat kulit manusia untuk pertahanan yang lebih baik terhadap pukulan, tusukan, dan tembakan," kata rekan peneliti studi Mayke Wagner, direktur ilmiah Departemen Eurasia Institut Arkeologi Jerman dan kepala Institut Arkeologi Jerman di kantornya di Beijing.

Baju jirah ditemukan di sebuah pemakaman Yanghai di barat laut Cina. (Foto/ Dongliang Xu/Museum Turfan)
Baju jirah ditemukan di sebuah pemakaman Yanghai di barat laut Cina. (Foto/ Dongliang Xu/Museum Turfan)

Para peneliti menemukan pakaian kulit di pemakaman Yanghai, sebuah situs arkeologi di dekat kota Turfan, yang terletak di tepi Gurun Taklamakan.

Penduduk desa setempat menemukan kuburan kuno pada awal 1970-an.

Sejak tahun 2003, para arkeolog telah menggali lebih dari 500 kuburan di sana, termasuk kuburan dengan pelindung kulit.

Baju jirah ditemukan di sebuah pemakaman Yanghai di barat laut Cina. (Foto/ Dongliang Xu/Museum Turfan)
Baju jirah ditemukan di sebuah pemakaman Yanghai di barat laut Cina. (Foto/ Dongliang Xu/Museum Turfan)

Temuan mereka menunjukkan bahwa orang kuno menggunakan kuburan terus menerus selama hampir 1.400 tahun, dari abad ke-12 SM hingga abad kedua Masehi.

Sementara orang-orang ini tidak meninggalkan catatan tertulis, sejarawan Tiongkok kuno menyebut orang-orang di Lembah Tarim sebagai orang-orang Cheshi, dan mencatat bahwa mereka tinggal di tenda-tenda, mempraktikkan pertanian, memelihara hewan seperti sapi dan domba, dan mahir berkuda.

Menurut Wertmann mereka merupakan penunggang kuda dan pemanah.

Baju jirah itu terbuat dari armor yang merupakan barang langka.

Armor sisik kulit yang ditemukan di makam Raja Tutankhamun Mesir kuno, dari abad ke-14 SM, adalah satu-satunya pelindung sisik kulit kuno yang terpelihara dengan baik.

Armor sisik kulit lain yang terpelihara dengan baik, bertempat di Metropolitan Museum of Art di New York City, berasal dari abad kedelapan hingga ketiga SM, tetapi asalnya tidak diketahui.

Artikel Menarik Lainnya:

T

TAG
Fahrizal Daulay
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US