Layaknya Vampir, Peter Kürten Suka Minum Darah Korban yang Ia Bunuh
Sosok Peter Kürten yang dijuluki Vampire (Emadion)
Fakta Dan Mitos

Layaknya Vampir, Peter Kürten Suka Minum Darah Korban yang Ia Bunuh

Dijuluki Vampir dari Dusseldorf

Minggu, 22 Maret 2020 11:15 WIB 22 Maret 2020, 11:15 WIB

INDOZONE.ID - Karakter Count Dracula mungkin hanya ada dalam kisah karya Bram Stroker, novelis asal Inggris di era Victoria tersebut. Namun siapa sosok pengisap darah seperti Dracula tersebut ada di dunia nyata. Namanya adalah Peter Kürten. 

Seperti yang dikutip dari buku 'The Legends' karya J.D. Rasz, semasa hidupnya, pria kelahiran 26 Mei 1883 silam itu telah melakukan 70 jenis kejahatan. Termasuk memperkosa, membunuh, serta membakar wanita dan anak-anak perempuan. 

Namun dari semua itu, meminum darah dari korbannya adalah kejahatan paling aneh yang ia lakukan. Kurang lebih ada sekitar sembilan korban yang ia bunuh dan minum darah mereka. 

Yang membuat bergidik lagi adalah korbannya kebanyakan masih remaja atau anak-anak. Seperti korban pertamanya adalah anak perempuan berusia sembilan tahun, Christine Klein dengan cara mengiris lehernya dengan pisau lipat.

Sosok Peter Kürten yang dijuluki Vampire
Sosok Peter Kürten yang dijuluki Vampire (Wikipedia)

Meski sempat di penjara karena aksi perampokan dan pembakaran, Kürten seolah tak pernah kapok. Ia membunuh seorang remaja berusia 17 tahun Gertrud Franken.

Kurten terus menunjukkan sisi iblisnya dengan membunuh beberapa korban lainnya. Ia juga pernah membunuh kakak beradik yang usianya sangat muda dengan cara yang sangat sadis lalu mengisap darah dari leher mereka.

Bahkan ia mengejek kepolisian dengan cara mengirimi lokasi kuburan salah satu korbannya kepada polisi.

Para polisi yang sibuk menggali korban Peter Kürten
Para polisi yang sibuk menggali korban Peter Kürten (Life Death Prize)

Aksinya terbongkar setelah ia memperkosa seorang wanita berusia 20 tahun bernama Maria Budlick. Saat itu korban mencoba membanunya wanita itu setelah diganggu seorang pria. 

Peter Kürten mengajak sang wanita pergi ke hotel, namun malah membawanya ke hutan lalu memperkosanya. Namun kali ini, Kurten melepaskan korban karena sang wanita mengaku tidak mampu mengingat apa pun, termasuk rumahnya sendiri. 

Korban yang trauma itu tidak mau melaporkan kepada polisi, melainkan kepada teman-temannya. Namun ia salah mengirimnya yang malah dikirmkan kepada polisi.

 Kürten pun ditangkap, namun sempat mengelak karena ia mengaku gila. Dalam persidangan pun ia menujukkan sisi psikopatnya dan menceritakan bahwa ia bisa orgasme karena darah. 

Pria Jerman ini dieksekusi mati pada 2 Juli 1931 lalu dengan hukuman penggal. Para ahli pun membedah kepala pria ini untuk mencari tahu apa isi kepala seorang psikopat seperti dirinya. Hasilnya, isi kepalanya seperti orang kebanyakan.

Kepala Peter Kürten yang dijadikan penelitian
Kepala Peter Kürten yang dijadikan penelitian (oddthingiveseen)

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
M Fadli

M Fadli

Writer
JOIN US